ISIS Rilis Video Penyergapan Tentara AS di Nigeria

Video tersebut terdiri dari rekaman mentah, termasuk gambar yang difilmkan dengan menggunakan kamera helm milik salah satu tentara.

ISIS Rilis Video Penyergapan Tentara AS di Nigeria
Anggota ISIS Siap Menembak menggunakan RPG (3)

ISIS Rilis Video Penyergapan Tentara AS di Nigeria

Video tersebut terdiri dari rekaman mentah, termasuk gambar yang difilmkan dengan menggunakan kamera helm milik salah satu tentara.

NIGERIA - Kelompok ISIS telah merilis sebuah video yang disebut sebagai penyergapan di Nigeria, dimana empat tentara AS terbunuh pada Oktober tahun lalu. Tidak jelas mengapa perilisan video - di outlet ISIS di aplikasi pesan Telegram - sudah tertunda sampai sekarang.

Video tersebut terdiri dari rekaman mentah, termasuk gambar yang difilmkan dengan menggunakan kamera helm milik salah satu tentara. Video tersebut tampaknya menunjukkan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh militan ISIS, seperti dilansir di BBC, Senin (5/3).

Video dimulai dengan gambar-gambar yang menunjukkan dugaan janji kesetiaan kepada pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi oleh anggota kelompok berbasis Sahel Jamaat Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM) yang berbasis di Al-Qaeda. Janji yang dituduhkan tersebut dilaporkan bulan lalu oleh sejumlah analis namun belum dipromosikan oleh ISIS di Telegram. 

Kematian tersebut kemudian menimbulkan kontroversi ketika janda salah satu tentara tersebut mengatakan bahwa Presiden Donald Trump telah membuatnya menangis dalam sebuah panggilan telepon belasungkawa dengan menyarankan suaminya "tahu apa risiko dia daftar (menjadi tentara)". 

Video tersebut menunjukkan beberapa militan bersenjata berjalan dan berlari di daerah gurun yang tampaknya menuju penyergapan, lapor BBC Monitoring

Kemudian video tersebut menunjukkan rekaman yang tampaknya telah difilmkan oleh salah satu tentara AS. Pada satu titik rekaman tersebut menunjukkan tentara AS tampaknya bertukar tembakan dengan penyerang mereka.

Seorang prajurit kemudian terlihat nampak tewas. Pertarungan berlanjut sampai tentara lainnya terbunuh, termasuk orang yang sedang merekam video.[]republika.co.id