Jalan Rusak Akibat Lintasan Muatan Kayu, Warga Mesidah Geram

Selain jalan rusak, debit air juga terus berkurang lantaran pohon pinus semakin banyak ditebangi oleh PT. GSM

Jalan Rusak Akibat Lintasan Muatan Kayu, Warga Mesidah Geram
Iryansyah, Warga Kampung Uwer Tingkem Kecamatan Mesidah saat menyampaikan keluhannya kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi. (Foto: Samsuddin)

Jalan Rusak Akibat Lintasan Muatan Kayu, Warga Mesidah Geram

Selain jalan rusak, debit air juga terus berkurang lantaran pohon pinus semakin banyak ditebangi oleh PT. GSM

Bener Meriah - Warga Kampung Uwer Tingkem Kecamatan Mesidah Kabupaten Bener Meriah mengaku kecewa dan geram dengan akses jalalan yang menjadi sarana utama masyarakat di daerah tersebut kini rusak diakibatkan lintasi truk yang megangkutan gelondongan kayu milik PT. GSM.

Menurut warga setempat, Iryansyah, selain jalan rusak, debit air juga terus berkurang lantaran pohon pinus semakin banyak ditebangi oleh PT. GSM.

"Masyarakat di sini sudah beberapa kali mendatangi dan menegur, agar jalan ini diperbaiki. Namun mereka tidak mengubris, " cetusnya.

Iryansyah menambahkan, sebagai masyarakat mereka tidak bisa berbuat banyak. Untuk itu ia berharap kepada Pemerintah Aceh untuk segera mengambil tindakan.

"Kalau perlu cabut semua izin mereka jika tidak mau memperbaiki jalan yang rusak akibat ulah mereka, juga desak PT.GSM untuk melakukan penanaman pohon pinus itu lagi agar hutan di sini terjaga kelestariannya," pintanya.

Lanjutnya, PT. GSM meraup keuntungan yang besar dari usahanya dengan merambah hasil hutan. Namun tidak memenuhi kewajiban mereka menjaga lingkungan.

"Tidak kurang 8 truk roda 10 membawa puluhan ton. Sementara beban tonase jalan di sini tidak sampai dengan muatan, akibatnya jalan-jalan menjadi amblas konon lagi yang berlumpur semakin hancur-hancuran, ucapnya dengan nada geram.[]