Kadisdik Ajak Satuan Pendidikan Berkomitmen Wujudkan Aceh Carong

Kadisdik Ajak Satuan Pendidikan Berkomitmen Wujudkan Aceh Carong
Kepala Dinas Pendidika Aceh Drs. Laisani, M. SI, mengajak jajaranya untuk berkomitmen mewujudkan Aceh carong sebagaimana yang sudah diamanatkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Kadisdik Ajak Satuan Pendidikan Berkomitmen Wujudkan Aceh Carong

Banda Aceh - Kepala Dinas Pendidika Aceh Drs. Laisani, M. SI, mengajak jajaranya untuk berkomitmen mewujudkan Aceh carong sebagaimana yang sudah diamanatkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Hal itu disampaikan Laisani saat menutup kegiatan Bimbingan Sistem Informasi  Rencana dan Evaluasi Anggaran Pendidikan IV dan V untuk 150 sekolah tingkat SMA dan SMK se-Aceh yang dilaksanakan di Hotel Grand Aceh Syariah pada Jumat 20 Oktober 2017.

“Tuntutan Gubernur Aceh, bahwa kita harus mewujudkan Aceh carong. Aceh carong itu artinya dinas pendidikan Aceh harus bisa melahirkan anak-anak Aceh yang cerdas. Untuk mewujudkan itu tidak segampang yang kita ucapkan. Tapi kita harus mapu buktikan itu,” tegasnya .

Menurutnya, salah satu indikasi yang dapat di tunjukkan dinas pendidikan Aceh kepada Gubernur Aceh, adalah hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK. Dinas pendidikan Aceh bertekat mampu menjadi peringkat satu di tingkat nasional.

Meski ujian nasional hanya dilaksanakan dalam waktu tiga hari, namun UNBK menurutnya sangat valid untuk mengukur kecerdasan, dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada siswa.

“Kalau kita sudah berhasil menjadi peringkat satu pada ujian nasional,  itu baru bisa disebut Aceh carong,” ucapnya.  

Dalam kesempatan tersebut dirinya berharap kepada setiap satuan pendidikan dan sekolah-sekolah yang ada di Aceh untuk menyiapkan strategi  untuk mewujudkan Aceh carong.

“Kita harus punya strategi, bagaimana mewujudkan itu. Baik ditingkat satuan pendidikan PPMG, sekolah-sekolah dan Dinas pendidikan Aceh harus bersinergi, untuk mewujudkan Aceh carong adalah dengan memastikan UNBK, kita harus mampu merebut diperingkat satu. Itu impian kita,” pungkas Laisani.[]