Kamaruddin: Persoalan Bendera Aceh Tidak Perlu Lagi Ada Polemik

Qanunnya sudah disahkan dan sudah dilembar daerahkan, semestinya tidak perlu lagi ada polemik

Kamaruddin: Persoalan Bendera Aceh Tidak Perlu Lagi Ada Polemik
Kamaruddin menyampaikan sosialisasi perkembangan UUPA di Aceh Timur, Jumat 17 November 2017

Kamaruddin: Persoalan Bendera Aceh Tidak Perlu Lagi Ada Polemik

Qanunnya sudah disahkan dan sudah dilembar daerahkan, semestinya tidak perlu lagi ada polemik

Aceh Timur - Kuasa hukum gugatan UUPA ke Mahkamah Konstitusi (MK), Kamaruddin, S.H menilai jika persoalan lambang dan bendera merupakan identitas Aceh dan tidak perlu dijadikan polemik yang berkepanjangan.

Hal itu dikatannnya, dalam sosialisasi UUPA di hadapan KPA-PA Wilayah Peureulak dan Tokoh Masyarakat Aceh Timur, Jumat 17 November 2017.

Kegiatan Bincang Aceh yang turut dihadiri ratusan masyarakat perwakilan gampong dan kecamatan di Aceh timur itu mengangkat tema Ke mana arah UUPA dan kekhususan Aceh?.

"Saat ini proses gugatan di MK sudah sampai pada tahap pembuktian, dan segera memasuki tahap keputusan. Oleh karena itu, dirinya meminta dukungan dari seluruh rakyat Aceh," papar Kamaruddin.

"Terkait persoalan bendera, qanunnya sudah disahkan dan sudah dilembar daerahkan, semestinya tidak perlu lagi ada polemik, ini sangat penting untuk menjaga stabilitas Aceh," ujarnya.

Kamaruddin menambahkan, rakyat Aceh hari ini butuh kesejahteraan dan ini juga sangat-penting dan mengajak masyarakat terus mengawal identitas Aceh yang tertuang dalam UUPA.

"Lambang dan bendera sangat penting sebagai identitas rakyat Aceh, begitu juga kesejahteraan bagi mantan kombatan GAM dan rakyat Aceh juga perlu diperhatikan Pemerintahanan Aceh, supaya damai Aceh Tetap Terjaga," jelasnya.  

Untuk itu, kata Kamaruddin, politisi harus ikut menjaga, memastikan dan mengawal UUPA  agar berpihak kepada kesejahteraan rakyat dan menjaga martabat Aceh dengan sepenuh hati. Terlebih para politisi dinilai sebagai perwakilan rakyat Aceh.

"Mari kita wujudkan itu semua dari sekarang dan semoga 2019 nanti itu semua sudah terwujud. Karena itu kegiatan seperti juga merupakan bagian dari pendidikan politik untuk masyarakat," cetus Kamaruddin.

Hal senada juga dikatakan Panglima wilayah KPA Aceh Timur, Wakdan. Menurutnya adap yang disampaikan Kamaruddin menjadi tanggung jiwa bersama, dan dia juga meminta Kamaruddin untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh itu.[]