Kenang Satu Tahun Gempa, Baguna PiJay Kirim Obat dan Paramedis untuk Korban Banjir Aceh Utara

BAGUNA Pidie Jaya membuka dua pos pengobatan untuk korban banjir Aceh Utara. Pos pertama terletak di Dusun Alue Patra, Gampong Matang Panyang, Kecamatan Abdiya Barat

Kenang Satu Tahun Gempa, Baguna PiJay Kirim Obat dan Paramedis untuk Korban Banjir Aceh Utara
Paramedis Baguna sedang melayani pasien korban banjir warga Matang Panyang, Aceh Utara, Kamis 7 Desember 2017

Kenang Satu Tahun Gempa, Baguna PiJay Kirim Obat dan Paramedis untuk Korban Banjir Aceh Utara

BAGUNA Pidie Jaya membuka dua pos pengobatan untuk korban banjir Aceh Utara. Pos pertama terletak di Dusun Alue Patra, Gampong Matang Panyang, Kecamatan Abdiya Barat

Meuredu - Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pidie Jaya mengirim bantuan kesehatan kepada pengungsi korban banjir Aceh Utara. Kamis, 7 Desember 2017. Bantuan kemanusian berupa obat-obatan dan paramedis itu dimaksudkan sebagai aksi sosial dalam mengenang satu tahun gempa Pidie Jaya pada 7 Desember lalu.

BAGUNA Pidie Jaya membuka dua pos pengobatan untuk korban banjir Aceh Utara. Pos pertama terletak di Dusun Alue Patra, Gampong Matang Panyang, Kecamatan Abdiya Barat. Desa ini telah direndam air selama tiga hari sejak Minggu, 2 Desember. Pada Kamis kemarin, air telah surut di beberapa rumah. Baguna menjadikan rumah seorang warga sebagai pos pemeriksaan kesehatan. Pos kedua terletak di Gampong Matang Paya.

“Nyoe kamoe ka habeh gatai di bak gaki dan jaroe / kami ini menderita gatal-gatal di kaki dan tangan.” keluh Maimunah (54 tahun) kepada tim dokter yang dihadirkan Baguna Pidie Jaya untuk menangani pasien korban banjir. Tampak Warga Alue Patra dan warga Matang Payang dari anak-anak hingga orang dewasa dan renta memadati pos kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Baguna Pidie Jaya menghadirkan dua dokter untuk menangani pasien korban banjir, dr. Misrawati Sofyan, kepala Puskesmas Meureudu  dan dr. Iskandar, dokter yang bekerja di instansi pemerintah Aceh. selain dokter juga ada apoteker dan perawat.

“Akibat terendam banjir berhari-hari, banyak warga menderita penyakit kulit, saluran pernafasan (ispa), diare, dan penyakit kronik yang mulai akut kembali akibat melemahnya ketahanan tubuh karena faktor cuaca dan banjir.” ungkap dr. Misra. Tim Medis mencatat lebih dari 700 orang telah ditangani dalam aksi kemanusian tersebut.

Ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten Pidie Jaya, Agusrianto Nurdin, Kepala Badan Pemenangan Pemilu, Arif Surahman, dan Kepala Baguna Pidie Jaya, Kalkausar ikut memimpin tim kemanusian ke lokasi dampak banjir. “Aksi ini sebagai bentuk perenungan satu tahun gempa bumi yang melanda Pidie Jaya tahun lalu. Semoga aksi sosial ini dapat meringankan beban korban banjir di Aceh Utara.” ungkap Agus.[]