Ketahuan Bawa HP Saat Tes PPS, Tiga Peserta Didiskualifikasi

Kita baru mengetahui setelah foto di ruangan 29 tersebut dimuat di koran"

Ketahuan Bawa HP Saat Tes PPS, Tiga Peserta Didiskualifikasi
Ilustrasi [Foto: Jejamo.com]

Ketahuan Bawa HP Saat Tes PPS, Tiga Peserta Didiskualifikasi

Kita baru mengetahui setelah foto di ruangan 29 tersebut dimuat di koran"

Bener Meriah -  Akibat membawa Handphone (HP) saat mengikuti seleksi tes tulis untuk Panitia Pemungutan Suara (PPS), tiga orang peserta PPS di Kabupaten Bener Meriah didiskualifikasi (digugurkan). Hal itu di sampaikan Ketua KIP Bener Meriah, Mukhtarudin, Rabu 21 Februari 2018

Menurutnya, peserta PPS yang membawa HP saat ujian tes tulis telah diberikan sanksi keras dengan mendiskualifikasinya. Karena sebelum ujian dilaksanakan pihak panitia telah mengumumkan tidak boleh membawa HP, namun mereka tidak mengindahkannya.

Lebih lanjut Mukhtarudin menyampaikan, kronologis ketahuannya para peserta membawa hp setelah foto berita pelaksanaan dimuat oleh media.

"Saat pelaksanaan ujian pihak panitia penyelenggara tidak menyadari ada peserta yang membawa HP, karena sebelumnya telah diumumkan agar tas dan HP peserta dikumpulkan di depan ruangan. Kita baru mengetahui setelah foto di ruangan 29 tersebut dimuat di koran" jelasnya.

Akibatnya, lanjut Muktarudin karena apa yang dilakukan peserta sudah merupakan pelanggaran berat maka mereka yang membawa HP diskualifikasi berdasarkan hasil pleno. Selain itu pengawas di ruang 29 SD Mutiara juga kita diberikan sanksi dan teguran secara tertulis. .

"Mereka yang kita diskualifikasi adalah KSW peserta dari Kampung Kutelah Lane, GP Kampung Pepayung, MA dari Kampung Rata Milie Kecamatan Syiah Utama," tegasnya.

Menurut Mukhtarudin, sebelumnya, ketiga peserta yang melanggar tersebut  telah disurati  KIP setempat guna mengklarifikasi hal itu. 

"Saat dihubungi mereka mengaku memang membawa HP, akan tetapi mereka tidak mengakui membawa HP untuk mencari jawaban soal ," papar Muktarudin.

"Kendatipun demikian, mereka telah melanggar aturan tata tertinggi pelaksanaan ujian tulis dan tetap harus menerima konsekuensinya yaitu nama mereka tidak lagi kita muat dalam pengumuman yang lulus," tutup Ketua KIP Bener Meriah.[]