Keterlibatan Perempuan Dapat Bangkitkan Perekonomian Aceh

Kalau saja 30 persen dari jumlah perempuan Aceh aktif dalam bidang ekonomi, geliat ekonomi daerah kita pasti berkembang pesat.

Keterlibatan Perempuan Dapat Bangkitkan Perekonomian Aceh
Ilustrasi/Net

Keterlibatan Perempuan Dapat Bangkitkan Perekonomian Aceh

Kalau saja 30 persen dari jumlah perempuan Aceh aktif dalam bidang ekonomi, geliat ekonomi daerah kita pasti berkembang pesat.

Banda Aceh – Aktivitas dan keterlibatan kaum perempuan dalam bidang ekonomi diyakini dapat membangkitkan geliat perekonomian daerah. Oleh karena itu butuh dukungan banyak pihak untuk memberi penyadaran bagi perempuan Aceh agar memahami dunia kewirausahaan dalam rangka mendukung penguatan ekonomi keluarga.

Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Sidan Nafi SH MH, membacakan sambutan tertulis Guberur Aceh, Irwandi Yusuf saat membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi pengelolaan keuangan bagi perempuan Aceh atau Financial Literacy for Aceh Woman, di ACC Sultan Selim, Rabu 13 Desember 2017.

“Kalau saja 30 persen dari jumlah perempuan Aceh aktif dalam bidang ekonomi, geliat ekonomi daerah kita pasti berkembang pesat. Kalaupun tidak terlibat dalam kegiatan ekonomi di lapangan, setidaknya perempuan harus memiliki pemahaman tentang mengatur keuangan agar ia mampu memberi pengaruh bagi penguatan dan perencanaan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Saidan mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Aceh tahun 2016 menunjukkan 52 persen dari 5,1 juta orang penduduk Aceh adalah perempuan. Dari jumlah itu, diperkirakan perempuan yang memiliki keterampilan dalam pengelolaan keuangan hanya sekitar 15 persen.

”Angka ini berbeda jauh jika dibandingkan dengan laki-laki yang mencapai 27 persen. Perempuan Aceh cenderung dalam kontrol laki-laki dalam bidang keuangan, sehingga menyebabkan aktivitas perempuan Aceh dalam bidang ekonomi masih sangat rendah,” katanya.

Mantan Kepala BNN Aceh itu mengungkapkan, minimnya keterlibatan perempuan dalam bidang ekonomi ini tidak semata terjadi di Aceh, tapi terjadi di seluruh wilayah Indonesia lainnya. Oleh karena itu, pemerintah Aceh sangat mendukung gagasan Kemendag RI, OJK, Kemen PPPA, termasuk PT Prudential Life Assurance, untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang pengelolaan keuangan bagi perempuan.

“Harapan kami perempuan Aceh dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga ke depan lebih banyak lagi perempuan Aceh yang mampu tampil sebagai perempuan mandiri dalam bidang ekonomi. Selamat mengikuti kegiatan sosialisasi, Semoga perjuangan kita untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan Aceh mendapat ridha Allah,” pungkas Saidan Nafi.

Kegiatan ini akan digelar selama kurang lebih 2 bulan di enam kota. Kegiatan telah dimulai sejak Selasa, (21/11) di Cirebon Jawa Barat, kemudian dilanjutkan di Bukit Tinggi, Banjarmasin, Jombang, Banda Aceh, dan puncaknya di Jakarta pada 19 – 20 Desember 2017.[]