Ketua DPR: Tinjau Ulang Impor Beras dari Vietnam

Harga beras tidak lebih jauh di atas Rp.8.000

Ketua DPR: Tinjau Ulang Impor Beras dari Vietnam
Panen Raya bersama Ketua MPR, Ketua DPR, Menteri Pertanian dan Kepala Staff Presiden (KSP) di Kabupaten Musi Banyuasin, [Foto: Ist]

Ketua DPR: Tinjau Ulang Impor Beras dari Vietnam

Harga beras tidak lebih jauh di atas Rp.8.000

Musi Banyuasin - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Komisi IV dan Komisi VI mengkaji kembali kebijakan impor beras terutama dari Vietnam. Tugas bersama pemerintah menjaga agar harga gabah petani tidak jatuh jauh di bawah Rp.5.000 kg dan harga beras tidak lebih jauh di atas Rp.8.000 agar terjangkau oleh masyarakat. Demikian ungkap Bambang pada Panen Raya bersama Ketua MPR, Ketua DPR, Menteri Pertanian dan Kepala Staff Presiden (KSP) di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (29/1/2018)

Bamsoet  sapaan akrab Bambang  menerangkan pada 2017 , produksi padi meningkat dibandingkan produksi padi tahun 2016. Jika pada 2016 produksi padi nasional 79.354.767 ton, sedangkan produksi padi nasional tahun 2017 meningkat menjadi 81.382.451 ton atau meningkat sekitar 2,56%. 

"Untuk Sumatera Selatan, produksi padi tahun 2017 menurun sedikit yakni 4.766.837 ton dibandingkan tahun 2016 yakini 5.074.613 ton atau menurun sekitar 6,07 %. Dengan panen raya kali ini Insya Allah produksi padi di Sumatera Selatan kembali meningkat dan berkontribusi bagi pertumbuhan produksi padi secara nasional," sebutnya

Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi pada tahun-tahun mendatang melalui program peningkatan rasio lahan pertanian dari 0,3 hektar per kepala keluarga menjadi 2 hektar per kepala keluarga.

"Sehingga ke depan petani kita tidak lagi menjadi petani miskin dengan lahan terbatas, tetapi petani sejahtera dengan lahan yang memadai sekaligus mampu memenuhi kebutuhan padi nasional untuk berswasembada," pungkasnya