Ketua Pansel KIP Aceh Selatan di Tuding Bohongi Publik 

Pajrul mengatakan berdasarkan bukti yang dia miliki, bahwa Nazir Ali telah mengundurkan diri pada tanggal 26 Mei 2018 dari kepengurusan dan keanggotaan partai PPP Kabupaten Aceh Selatan. 

Ketua Pansel KIP Aceh Selatan di Tuding Bohongi Publik 
Ilustrasi

Ketua Pansel KIP Aceh Selatan di Tuding Bohongi Publik 

Pajrul mengatakan berdasarkan bukti yang dia miliki, bahwa Nazir Ali telah mengundurkan diri pada tanggal 26 Mei 2018 dari kepengurusan dan keanggotaan partai PPP Kabupaten Aceh Selatan. 

Banda Aceh - Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota KIP Kabupaten Aceh Selatan Muhammad Pajrul, S.Pd menyatakan calon anggota KIP Aceh Selatan yang terlibat dalam partai politik tidak ada lulus menuai protes dari banyak pihak. Tapak Tuan 23 Oktober 2018.

Pasalnya berdasarkan fakta dan data yang ada jelas-jelas peserta dengan nama Nazir Ali pernah menjadi calon anggota legislatif pada pemilu 2014 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) daerah Pemilihan I Aceh Selatan (Labuhan Haji Barat,Labuhan Haji dan Labuhan Haji Timur). 

Dalam pernyataannya, Pajrul mengatakan berdasarkan bukti yang dia miliki, bahwa Nazir Ali telah mengundurkan diri pada tanggal 26 Mei 2018 dari kepengurusan dan keanggotaan partai PPP Kabupaten Aceh Selatan. 

Sementara dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Calon Anggota Legislatif yang disahkan oleh KIP Kabupaten Aceh Selatan pada tanggal 13 Agustus 2013 nama Nazir Ali masih terdaftar sebagai calon anggota legislatif.

Jika Nazir Ali telah mengundurkan diri dari anggota partai PPP Kabupaten Aceh Selatan, seharusnya ia juga harus mengundurkan diri sebagai calon anggota legislatif, karena jarak waktu antara pengunduran diri dan penetapan daftar calon tetap calon anggota legislatif ada waktu sekitar lebih kurang tiga bulan. 

“Ini ada keanehan, selelah mengundurkan diri tapi masih tetap menjadi calon anggota legislatif, ini jelas-jelas pembongan publik yang dilakukan oleh ketua pansel” kata Saipurrahman.

Disisi lain, Sufriadi, calon anggota KIP Aceh Selatan yang juga tidak lolos mengatakan pihaknya juga telah menemukan fakta dan data baru dugaan keterlibatan salah satu peserta lainnya sebagai pengurus partai politik atas nama Yusrizal, ST. Yusrizal tercatat sebagai pengurus partai PKPI periode 2011- 2015. 

Sesuai aturan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2016 dimana syarat menjadi anggota KIP adalah tidak pernah menjadi anggota partai politik atau partai politik lokal dalam jangka waktu 5 (lima) tahun. Untuk itu kami berharap kepada Komisi A dan Pimpinan DPRK Aceh Selatan agar membatalkan keputusan panitia seleksi terhadap penetapan 15 nama-nama calon anggota KIP Aceh Selatan yang telah diumumkan pada tanggal 16 Oktober 2018 lalu karena dinilai cacat hukum dan cacat prosedur.***