KEUMALA Gelar Maulid di Jakarta

Penting menjalin silaturrahmi

KEUMALA Gelar Maulid di Jakarta
Keluarga Besar Masyarakat Langsa mengadakan maulid di Auditorium Komplek Perumahan DPR RI Kalibata, Jakarta. [Foto: Ist]

KEUMALA Gelar Maulid di Jakarta

Penting menjalin silaturrahmi

Jakarta – Sekitar 400 warga Aceh Timur mengadakan maulid di Auditorium Kompleks Perumahan DPR RI Kalibata, Jakarta, Ahad (18/2/2018). Kegiatan ini diprakarsai oleh Komunitas Keluarga Besar Masyarakat Langsa (KEUMALA) didukung oleh Perkumpulan Masyarakat Aceh Tamiang (PERMATA), Gabungan Masyarakat Idi (GAMASIDI), dan Ikatan Keluarga Besar Peurelak (IKBAR).

Ketua KEUMALA Ir. M. Nur Hasan  menyampaikan bahwa Maulid Nabi  untuk menyegarkan kembali perjuangan Rasullullah SAW dalam menyiarkan Agama Allah serta untuk memperkuat tali silaturrahim,  persahabatan dan kekeluargaan masyarakat Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang (Aceh Timur Raya) meskipun telah berpisah secara admnistrasi pemerintahan, namun rasa kekeluargaan dan persaudaraan tetap terjalin seumpama saudara kandung yang terpisah karena memiliki keluarga masing-masing dan bertemu untuk melepas rasa kerinduan terhadap keluarga. 

“Kita harapkan kebersamaan ini terus berlanjut dan lebih bermakna dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh diperantauan,” ungkapnya.

Dalam sambutannya Ghazali Abbas mewakil tokoh Aceh mengatakan Aceh telah dengan legal formal memberlakukan Syariat Islam. Aceh juga sejak dulu merupakan masyarakat yang paling kritis terhadap pemerintah. Namun, meski  banyak hal yang telah diberikan rakyat Aceh kepada Indonesia, kondisi Aceh tetap tidak berubah dan masih menjadi daerah nomer 6 termiskin di Indonesia dan nomer 1 di Sumatera.  

Dalam kesempatan yang sama DR. Abdullah Puteh kembali menceritakan sejarah Pereulak dan peran Aceh Timur pada masa perjuangan Aceh, Ia juga mengajak pemuda – pemuda yang telah berhijrah ke Ibukota mengambil peran dalam pembangunan Aceh di masa sekarang. 

DR. Ibrahim Hasyim mewakili Perkumpulan Masyarakat Aceh Timur Raya menceritakan kembali sejarah Idi yang berawal dari perkebunan Pala yang memasok 50% kebutuhan Pala di dunia yang didistribusikan melalui Kuala Idi. Hal tersebut telah dibukukan dalam buku berjudul “Idi Lon Sayang”. Ia juga berharap, jika setiap komunitas di Aceh dapat menceritakan sejarah daerahnya itulah yang kita sebut sebagai Aceh. Sehingga anak cucu kita kelak tidak akan kehilangan sejarah Aceh yang sebenarnya, Aceh yang bersaudara. 

Mewakili PP-TIM Ir. Imran Syam turut menyetujui makna acara Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai sarana penguat persaudaraan. Begitupun Isi Ceramah Maulid yang disampaikan oleh Teungku H. Ibnoe Arhas yang menyatakan penting menjalin silaturrahmi karena salah satu tujuan Nabi Muhammad diangkat  sebagai Rasul adalah menjadi ramatan lil ‘alamim dan pemersatu umat manusia.

Acara yang mengusung tema “Kita Perkuat Tali Silaturrahim Dengan Semangat Rasa kasih sayang Dalam Kekeluargaan Se-Aceh Timur Raya” dihadiri oleh sekitar 400 orang tamu dan undangan serta tokoh-tokoh Aceh yang ada di Jakarta, antara lain Mayjen TNI Hafil Fuddin, Dr. Ir. Abdullah Puteh (Mantan Gubernur Aceh), Ghazali Abbas (Anggota DPD RI), Muslim, SHI, MM (Anggota DPR RI), Drs. Taufiqulhadi, MSi (Anggota DPR RI), Dr. Ibrahim Hasyim (Penasehat PP-TIM), Marwansyah, SH, MM (Mantan Direktur KPLP), Dr. Azwar Manaf (Dosen Senior UI), Usman Mahmud (Mantan Direktur PT. PIM), Fuad Bukhari (Mantan Wakil President Direktur PT. Arun).

Acara yang berlangsung hikmat dan penuh dengan suasana kekeluargaan ini juga turut diisi oleh penampilan marawis oleh para remaja Aceh dan Hikayat Aceh yang disampaikan oleh Syech Rih, dan ditutup dengan “khanduri bukulah” ala masyarakat Aceh.[]