Keumalahayati di Pentas Puteri Indonesia 2018

"Dukungan kalian sangat berarti untuk mengharumkan nama Aceh di Nasional"

Keumalahayati di Pentas Puteri Indonesia 2018
Nandiya Deva Puspa Dewi

Keumalahayati di Pentas Puteri Indonesia 2018

"Dukungan kalian sangat berarti untuk mengharumkan nama Aceh di Nasional"

Suasana temaram. Sesosok perempuan berselendang merah keluar dari remang-remang. Satu tangannya menenteng lentera kapal warna biru. Tangan satunya menggenggam erat gagang rencong. Seolah siap menerkam siapa saja yang datang menghadang.   

“Aku adalah Keumalahayati,” kata perempuan yang berlakon sebagai Lhaksamana Malahayati. Kemudian hening kembali.

“Aku adalah satu dari sekian banyak janda-janda pahlawan yang telah gugur di medan perang. Ya! Mereka menyebutnya inong balee,” tuturnya dengan intonasi agak tinggi. Tepuk tangan perlahan mulai bergemuruh dari arah penonton.

“Hari ini akan kubunuh mereka semua yang telah yang berani mencabik-cabik harga diri bangsaku. Akan kubuat mereka menyesal merampas tanah rencong ini! Allahu Akbar!” lantang perempuan yang mewakili Aceh diajang Puteri Indonesia Provinsi Aceh 2018 di Jakarata.

Nandiya Deva Puspa Dewi berhasil menyihir para juri dan audiens saat membawakan talenta sebagai Laksamana Malahayati. Kepiawaiannya memerankan karakter Laksamana Laut Perempuan itu, menghantarkan Nandiya masuk nominasi tiga besar Puteri Indonesia Berbakat pada 6 Maret lalu.

Karakter Lakhsamana Malahayati semakin kongkret, ketika perempuan kelahiran 1995 ini memadukan monolog tersebut dengan tarian Solo. Berbekal rencong Aceh, ia menari layaknya di medan pertempuran.

“Alhamdulillah saya mendapatkan penghargaan nominasi top 3 untuk Puteri Indonesia Berbakat 2018. Bersaing bersama perempuan-perempuan yang luar biasa dan bertalenta. Tentunya ini suatu kebanggaan bagi saya membawa nama Aceh,” ungkap Nandiya saat diwawancara via WhatsApp.

Kesibukannya selama dikarantina, menyebabkan finalis Puteri Indonesia Asal Aceh hampir tak sempat menanggapi wawancara via telepon. Dalam pesan panjangnya, ia mengatakan mendapat banyak dukungan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Aceh.

Puteri Indonesia, terang perempuan yang senang traveling ini, adalah ajang paling prestisius di Indonesia. Pemenang puteri indonesia akan menjadi duta bangsa dan mengemban tugas mulia untuk menginspirasi banyak orang.

Nandiya yang memilih advokasi di bidang pendidikan anak supaya anak di Indonesia dapat pendidikan yang layak, berharap dapat memberikan yang terbaik di ajang paling bergengsi bagi Indonesia ini. Sebab, terangnya pada Acehnews.co yang sempat wawancara sebelum dikarantina pada 28 Februari lalu, advokasinya akan berdampak bila dia terpilih sebagai Puteri Indonesia 2018.

Penilaian sudah dilakukan semenjak karantina berlangsung, dari background finalis, malam bakat, interview, keseharian finalis, dan nantinya pada malam puncak,” tulisnya.

Malam puncak akan berlangsung  pada 9 Maret 2018. Tepat satu hari setelah peringatan Hari Perempuan Sedunia. Ia berharap  dapat memenangkan kategori Puteri Indonesia Berbakat.

Saya mohon kepada seluruh masyarakat Aceh dan Indonesia untuk memberikan like video saya yang menggunakan pakaian adat Aceh, di akun instagram officialputeriindonesiaTeurimong geunaseh. Dukungan kalian sangat berarti untuk mengharumkan nama Aceh di tingkat Nasional,” tulisnya di akhir chatingan. []