Khamenei: Iran Menentang Amerika

Iran disebut bisa memproduksi bahan bakar padat roket.

Khamenei: Iran Menentang Amerika
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatulloh Ali Khamenei. [Foto: Reuters]

Khamenei: Iran Menentang Amerika

Iran disebut bisa memproduksi bahan bakar padat roket.

Teheran - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Ahad (9/9) mendesak pasukan bersenjata Iran  untuk meningkatkan kekuatan mereka dalam menakuti musuh. Ia pun menegaskan sikap rakyat Iran yang menolak Amerika Serikat.

"Iran dan warga Iran telah menolak Amerika dan membuktikan bahwa, jika sebuah negara tidak takut terhadap ancaman oleh pengganggu dan bergantung pada kemampuannya sendiri, itu dapat memaksa negara adidaya untuk mundur dan mengalahkan mereka," kata Khamenei saat berkunjung ke Kaspia Iran kota pelabuhan Nowshahr.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Mei mundur dari perjanjian nuklir Iran pada 2015. Kesepakatan ini bertujuan untuk menghentikan kemampuan nuklir Teheran sebagai imbalan untuk mencabut beberapa sanksi. AS menjatuhkan kembali sanksi AS yang telah ditangguhkan berdasarkan perjanjian.

Televisi negara juga menunjukkan Khamenei memuji kekuatan angkatan laut Iran di Teluk Aden, lepas pantai Yaman, saat berbicara dengan komandan mereka melalui video.

Iran menolak tuduhan  Arab Saudi bahwa mereka memberikan dukungan keuangan dan militer kepada Houthi. Houthi di Yaman  memerangi pemerintah yang didukung oleh koalisi militer Arab Saudi.

Sementara itu, seorang pejabat militer senior mengatakan Iran memiliki kemampuan untuk mengekspor keahlian teknik untuk menghasilkan bahan bakar roket padat. Roket bahan bakar padat dapat ditembakkan dalam waktu singkat.

"Di bidang ilmiah, hari ini kami telah mencapai tahap di saat kami dapat mengekspor teknologi untuk memproduksi bahan bakar roket padat," kata Direktur Jenderal universitas pertahanan utama Iran Brigadir Jenderal Majid Bokaei.

Iran mengatakan, awal bulan ini pihaknya berencana untuk meningkatkan kapasitas rudal balistik dan jelajahnya. Iran juga mendorong peningkatan pesawat tempur dan kapal selam modern.[]

Sumber: Republika