Kolaborasi Teatrikal dan Puisi Warnai Seminar Radio Rimba Raya

berharap peranan sejarah radio ini mendapat legitimasi secara defakto dan dejure.

Kolaborasi Teatrikal dan Puisi Warnai Seminar Radio Rimba Raya

Kolaborasi Teatrikal dan Puisi Warnai Seminar Radio Rimba Raya

berharap peranan sejarah radio ini mendapat legitimasi secara defakto dan dejure.

Bener Meriah -  Momentum mengenang sejarah penting peran Radio Rimba Raya (RRR), diwarnai drama teatrikal tentang perjuangan RRR yang menipis berita hoax yang disiarakan Radio Hiferkusen milik Belanda yang mengatakan Republik Indonesia telah tiada.

Drama teatrikal yang diperankan para pelajar dan dikolaborasikan dengan puisi yang dibacakan Fikar W Eda, tersebut membuat seluruh peserta yang hadir terkesima seraya membuat mata berkaca-kaca seraya meneteskan air mata atas rasa haru perjuangan sejarah penting RRR yang mengudarakan jika Republik Indonesia masih ada yang disiarkan dalam lima bahasa, yaitu bahasa Arab, Ordu, Inggris, jepang, dan Bahasa indonesia kala itu. Rabu 4 Juli 2018 di Monumen Tugu Radio Rimba Raya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bener Meriah, Tgk. H Sarkawi menyampaikan, Radio Rimba Raya adalah sebuah radio yang bersejarah dalam kemerdekaan Republik Indonesia, untuk itu kita berharap peranan sejarah radio ini mendapat legitimasi secara defakto dan dejure.

"kita juga mengharapkan Monumen Tugu Rimba Raya ini dapat dijadikan objek wisata oleh masyarakat dari luar daerah," ujarnya.

"Selama ini orang yang datang dari luar daerah Kabupaten Bener Meriah yang berwisata hanya menuju Danau Laut tawar dan Pantan Terong, ke depan kita berharap setiap orang yang datang ke Gayo tidak akan afdhal jika belum ke Tugu Rimba Raya"  timpal Tgk Sarkawi.

Sementara itu, Direktur RRI, M. Roharudin dalam kesempatan tersebut menyatakan, dia akan membangun RRI Rimba di Kabupaten Bener Meriah.

“Kami akan berbincang kembali dengan badan pengawas RRI, dan bila diizinkan kami akan bangun Radio Republik Indonesia dengan nama Radio Republik Indonesia Rimba Raya,” ujarnya saat Seminar Radio Rimba Raya yang dilaksanakan di Tugu Rimba Raya itu.

M Roharudin berjanji akan berusaha menyampaikan kepada Presiden republik Indonesia bahwa Tanoh Gayo adalah tanah yang sangat penting dan berguna bagi perjuangan Republik Indonesia.

“Saya kira RRI dengan spirit yang tinggi ingin membangun lembaga RRI di Bener Meriah sekaligus harus berdekatan bersamaan dengan museum Rimba Raya, secara bersama-sama kita akan berbicara kepada pak Menhan atau pak Presiden untuk membicarakan bahwa harus ada Radio RRI disini,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdirinya Radio RRI di Bener Meriah tidak akan luput dari kerjasama dengan RRI Takengon. Jika tidak ada hal dan kendala, tahun ini akan segera bekerja ditindak lanjuti untuk mendirikan lembaga tersebut atas persetujuan pengawas RRI pusat.[]