Korupsi Dana Desa, Tiga Perangkat Gampong Ditahan Jaksa

Korupsi Dana Desa, Tiga Perangkat Gampong Ditahan Jaksa
Ilustrasi

Korupsi Dana Desa, Tiga Perangkat Gampong Ditahan Jaksa

Banda Aceh – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh telah menahan tiga orang perangkat Gampong Lueng Bata, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh karena diduga telah melakukan korupsi dana desa sebesar Rp110 juta, Jumat 3 November 2017.

Adapun perangkat gampong yang ditahan adalah ketua Tuha Peut dengan inisial ZA dan anggotanya TA (53) beserta Bendara Gampong berinisial HS (25).

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Banda Aceh M Zulfan Tanjung, menjelaskan, penahanan perangkat gampong tersebut terkait dugaan penyalahpengunaan dana desa yang terjadi pada tahun 2014 yang bersumber dari sewa tanah.

“Pendapatan dana desa dari hasil penyewaan tanah ke Pihak PT PLN dan PT Bima, masuk ke pihak desa melalui ketiga perangkat desa tersebut, namun diduga telah dipergunakan untuk keperluan pribadi,” ujarnya.

Baca juga: Gandeng Kobar GB Disdik Aceh Sosialisasi Anti Korupsi di Pidie

Ia mengatakan, laporan berkas tersebut mereka terima dari penyidik Polresta Banda Aceh, dan setelah dilakukan penelitian oleh penuntut umum, mereka terbukti telah melakukan penyalahgunaan dana tersebut. Kasus ini dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke persidangan.

“Setelah dipanggil dan dilakukan pemeriksaan oleh tim pemeriksa dari kajari,  ketiganya langsung ditahan dan dititip di LP lambaro,” sebut Zulfan.[]