Kutukan Juara Bertahan dan Kekalahan Termanis Meksiko

The Panser Jerman yang harus mengangkat koper lebih awal untuk melanjutkan kutukan bagi juara bertahan

Kutukan Juara Bertahan dan Kekalahan Termanis Meksiko

Kutukan Juara Bertahan dan Kekalahan Termanis Meksiko

The Panser Jerman yang harus mengangkat koper lebih awal untuk melanjutkan kutukan bagi juara bertahan

Menyaksikan pertandingan terakhir yang mempertemukan Timnas Jerman versus Timnas Korea Selatan di Kazan Arena Stadium dalam fase penyisihan grup F Piala Dunia Rusia 2018, mata kita akan tertuju pada penjaga gawang Timnas Korea Selatan Cho Hyun- Woo.

Betapa tidak, sekilas penjaga gawang nyentrik 26 tahun dengan potongan rambut ala boy band K-Pop tersebut terlihat unik dari beberapa pemain lainnya yang menghiasi line up timnas negeri ginseng yang berlaga pada pertandingan yang menentukan bagi timnas Jerman untuk melangkah ke fase 16 besar.

Sejatinya secara hitung-hitungan, pertandingan yang dihelat tersebut tidak akan berpengaruh apa-apa bagi timnas prajurit Teaguk jika berkaca pada dua pertandingan terakhir mereka yang berturut-turut mengalami kekalahan dari Timnas Meksiko 0-1 dan Timnas Swedia 1-2.  Sosok penjaga gawang Timnas Korea pada pertandingan tersebut dengan jumlah kebobolan 3 gol pada pertandingan sebelumnya diprediksi akan menjadi bulan-bulanan Mesut Ozil Cs.

Hal ini mungkin cukup beralasan jika melihat tampang perawakan sosok dengan berat 75 kg dan tinggi 189 cm yang terkesan kurang proporsional dan cenderung terlihat 'ceking' jauh dari kata ideal bagi seorang pesepak bola. Konon lagi berposisi sebagai tembok pertahanan terakhir bagi Tim yang juga diperkuat salah satu penyerang kontestan premier League Totenham Spurs H.M Son. Cho Hyun Woo sendiri sebenarnya sebelum perhelatan piala dunia 2018 ini bukanlah pilihan utama pada posisi penjaga gawang produsen Samsung tersebut di mana ia hanya menjadi pilihan ketiga.

Namun bak pepatah yang sering kita dengar “Do not  judge the book from its cover (jangan pernah menilai buku dari sampulnya saja)”. Hal ini dapat mewakili bagaimana kualitas permainan yang disuguhkan penjawa gawang Korea Selatan tersebut untuk menjawab keraguan yang dialamatkan kepadanya oleh sebagian besar pecinta dan pengamat sepak bola.

Buntut dari apiknya penampilan Cho Hyun Woo dalam pertandingan tersebut dapat dilihat dari setidaknya 6 kali penyelamatan krusial yang ia lakukan dari beberapa peluang emas timnas Jerman melalui sontekan Mario Gomez dan beberapa heading yang dilakukan Matt Hummel.

Pertandingan yang berlansung tersebut sejatinya cukup didominasi oleh timnas Jerman dengan tingkat penguasaan bola lebih dari 68 % dengan jumlah 32 tembakan, di mana 26 diantaranya mengarah ke gawang. Timnas Korea Selatan sendiri terlihat hanya sesekali melancarkan serangan sporadis memanfaatkan ketangguhan fisik pemain mereka dan kecepatan Son yang diplot sebagai penyelesai serangan. 

Untung ada “Sule!!!”

Pertandingan ini seyogyanya diprediksi akan mudah dimenangkan olen The panser Jerman. Terlebih dalam hal ini Jerman secara peringkat FIFA berada pada posisi teratas, sementara Korea Selatan berada pada posisi ranking 56 dalam release terakhir yang dikeluarkan badan otoritas federasi sepak bola dunia tersebut.

Lebih lanjut, label superior Timnas Jerman pada sisi lainnya lebih membuat mereka berada situasi tertekan dibandingkan Korea Selatan untuk memenangkan pertandingan tersebut. Ketegangan demi ketegangan terus dirasakan oleh pemain yang berada di lapangan maupun yang berada di bench di sisi luar lapangan hingga pada detik-detik terakhir waktu tambahan petaka itu muncul bagi Jerman setelah bola kemelut di depan gawang Manuel Neur berhasil diceploskan oleh  Kim Young - Gwon pada menit 92.

Semula gol tersebut sempat dianulir oleh wasit yang menganggap Kim berada dalam posisi offside, namun setelah desakan beberapa pemain Korea Selatan, wasit memutuskan untuk melihat VAR yang menjalani debutnya dalam gelaran piala dunia 2018 ini. Setelah beberapa saat mengamati cuplikan video, akhirnya gol tersebutpun disahkan.

Yang menarik, perubahan keputusan yang dibuat wasit tersebut adalah buntut dari peran pemain bertahan Jerman dengan nomor punggung 15 yang tidak lain adalah “Sule”, tentu saja “Sule” yang dimaksud bukanlah salah satu pelawak tersohor di tanah air kita. Melainkan Niklas Sule yang dimainkan untuk menggantikan posisi yang selama ini diisi oleh Jarome Boateng yang tidak dapat dimainkan pada pertandingan tersebut.

Berkat sentuhan bola yang mengenai kakinya pula menyebabkan posisi Kim menjadi onside 1-0 untuk Korsel. Sontak saja gol tersebut menjadi bahan candaan bagi pecinta sepak bola di tanah air, khususnya para netizen yang mengaitkan gol tersebut dengan pelawak yang sedang naik daun Entis Sutisna yang tidak lain tidak bukan adalah Sule “Untung ada Sule!!”.

Tertinggal satu gol membuat Jerman terpaksa harus mencari setidaknya dua gol untuk menciptakan peruntungan di waktu pertandingan yang tersisa hingga Manuel Neuer memberanikan diri merengsek ke atas meninggalkan pos gawangnya untuk membantu serangan.Naas bagi timnas Jerman. Berawal dari perebutan bola Neuer dengan salah seorang gelandang bertahan Korsel yang dimenangkan oleh pemain tersebut berujung pada umpan jarak jauh yang dapat diterima dengan baik oleh H.M Son. Dalam posisi bebas ia kemudian menggiring bola beberapa meter dan kemudian menceploskannya dengan mudah ke gawang Jerman yang dalam keadaan kosong tanpa pengawalan, 2-0 untuk Korsel dimenit 96.

Hasil tersebut terlihat pahit bagi the Panser Jerman yang harus mengangkat koper lebih awal untuk melanjutkan kutukan bagi juara bertahan sebelumnya yang selalu gugur pada fase awal penyisihan grup.

Kutukan bagi juara bertahan sebelum pernah dirasakan Prancis yang merupakan juara pada edisi piala dunia 1998 dan terpaksa harus pulang lebih awal pada fase grup setelah dihempaskan Senegal pada tahun 2002. Selanjutnya kutukan tersebut turut dirasakan timnas Italia yang merupakan juara piala dunia 2006 dan harus rela pulang lebih awal pada pergelaran piala dunia tahun 2010. Tidak berhenti sampai disitu, kutukan juga diterima oleh timnas Spanyol yang notabene juara piala dunia 2014, mereka juga harus merelakan lawatan mereka berakhir lebih cepat.

Kekalahan Termanis Meksiko

Drama kemenangan Taeguk Warrior atas juara bertahan Jerman bukan satu-satunya kejutan yang tersaji dalam pertandingan hidup mati tiga tim yaitu Swedia, Meksiko dan Jerman yang sama-sama memiliki kans untuk melaju ke fase 16 besar perwakilan grup F.

Di Yekaterinburg Arena Stadium juga melangsungkan pertandingan antara Swedia versus Meksiko. Sebelum pertandingan ini berlangsung, Swedia mengantongi 3 poin berkat kemenangan  2-1 atas Korsel. Sementara seterunya Meksiko telah mengantongi 6 poin berkat kemenangan 1-0 atas Jerman dan 1-0 atas Korsel. Sementara pada sisi lain The panser sendiri  juga baru mengantongi 3 poin. Di atas kertas nampaknya Jerman akan dengan mudah memenangkan pertandingan melawan Korsel dengan jumlah gol lebih dari satu yang tentunya akan menghambat Meksiko apabila mereka kalah dari Swedia.

Sepertinya skema itu akan berjalan mulus ketika Meksiko secara mengejutkan dibuat tidak berdaya oleh Swedia melalui gelontoran gol yang diciptakan oleh Augustinson pada menit 50, Granqvist menit 62, dan gol bunuh diri Edison Alvarez menit 74. Kemenangan Swedia atas Meksiko secara otomatis mengantarkan mereka sebagai juara grup F. 

Aura kekecewaan sempat terlihat dari muka para pendukung dan Chicarito cs. Tapi aura tersebut bak hilang seketika mereka mengetahui secara mengejutkan Jerman bertekuk lutut dihadapan Tim Ginseng dengan skor 2-0 tanpa balas. Tak pelak kekalahan Jerman bak durian runtuh bagi Timnas Meksiko yang sempat kehilangan asa untuk melanjutkan kiprahnya diperhelatan empat tahunan ini. Kemenangan yang diberikan Korsel mengantarkan Meksiko yang walaupun dalam keadaan kalah telak 0-3 dari Swedia namun tetap lolos ke fase 16 besar sampai-sampai dirayakan warga Meksiko dengan mendatangi kedutaan Korsel di Meksiko untuk mengekspresikan terima kasih tak terhingga mereka untuk Korsel yang telah assists terbaik buat timnas mereka di fase penyisihan grup F piala dunia Rusia 2018.

Bila Jerman tengah ngelangsa dengan pahitnya kekalahan yang mereka dapatkan dari Korsel, maka Meksiko sebaliknya sedang menikmati manisnya kekalahan yang mereka peroleh dari Swedia sebagai runner up untuk melanjutkan peruntungan mereka selanjutnya dibabak 16 besar. felicitaciones mexico!!

Muhammad Riza, MA adalah Dosen Jurusan Tarbiyah STAIN Gajah Putih Takengon/ Pengurus STAIN GP FC