Lemhanas RI Lakukan Pertemuan Dengan Pemerintah Aceh

Lemhanas memilih aceh dengan harapan dapat mengatahui pembangunan nasional dan ketahanan nasional serta permasalahan-permasalahan yang dihadapi Aceh

Lemhanas RI Lakukan Pertemuan Dengan Pemerintah Aceh

Lemhanas RI Lakukan Pertemuan Dengan Pemerintah Aceh

Lemhanas memilih aceh dengan harapan dapat mengatahui pembangunan nasional dan ketahanan nasional serta permasalahan-permasalahan yang dihadapi Aceh

Banda Aceh - Rombongan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Regular Angkatan (PPRA) ke 57 Lemhanas RI melakukan pertemuan dengan jajaran Pemerintah Aceh di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Senin 16 Juli 2018.

Kedatangan rombongan yang dipimpin Laksamana Muda TNI, Riyadi Syahardani disambut oleh Asisten Administrasi Umum, Kamaruddin Andalah mewakili Plt. Gubernur Aceh serta para pejabat instansi vertikal dan Satuan Kerja Perangkat Aceh.

Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Aceh, Kamaruddin Andalah menyebutkan, Pemerintah Aceh telah bekerjsama merancang program pembangunan Aceh sebagaimana yang sudah dituangkan di dalam RPJM 2017-2018.

“Bapak Irwandi berperan besar menyusun program itu, sebab Beliau punya pengalaman memimpin Aceh pada periode 2007-2012. Jadi tugas saya selaku Plt Gubernur sekarang lebih fokus menjalankan program yang telah kami rancang bersama itu,” kata Nova.

Nova mengakui, membangun Aceh bukanlah tugas ringan. Beban konflik masa lalu masih menyisakan berbagai masalah sampai saat ini, antara lain, kemiskinan dan pengangguran, kualitas pendidikan yang masih harus ditingkatkan, infrastruktur yang kurang, dan lain sebagainya.

“Itu sebabnya pembangunan Aceh banyak terfokus pada pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi dan sumber daya manusia,” ujar Nova.

Dengan program-program yang telah disiapkan lanjut Nova, Pemerintah Aceh berharap ekonomi Aceh bisa tumbuh sekitar 4,5-5 persen dari sekitar 4,2 persen tahun lalu. “Setiap tahun kami berharap kemiskinan Aceh turun minimal 1 persen, dengan demikian di tahun 2022 angka kemiskinan itu berkisar 11 persen,” kata Nova.

Pada kesempatan tersebut, Nova juga menjelaskan bahwa Pemerintah Aceh mengusung visi “terwujudnya Aceh yang damai dan sejahtera melalui pemerintahan yang bersih, adil dan melayani,”.  Visi itu, lanjut Nova, akan dicapai dengan 9 misi dan 15 program unggulan Pemerintah Aceh.

Sementara itu, Gubernur Lemhanas RI, Agus Widjojo dalam sambutannya yang dibacakan Riyadi menyampaikan, Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) merupakan salah satu program kegiatan yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para peserta guna mempelajari, memahami dan mengkaji potensi dan berbagai permasalahan yang dihadapi daerah dari aspek kesejahteraan dan keamanan.

Melalui SSDN ini, para peserta akan memperoleh gambaran kondisi wilayah study berkaitan dengan aspek ideologi, politik, ekonomi , sosial budaya, pertanahan dan keamanan dalam perspektif ketahanan nasional.

“pada SSDN kali ini, kegiatan peserta akan difokuskan pada aspek dinamika politik sebagai tantangan ketahanan nasional,” ujar Agus.

Lemhanas kata Agus, memilih Aceh dengan harapan dapat mengatahui pembangunan nasional dan ketahanan nasional serta permasalahan-permasalahan yang dihadapi Aceh.

“Para peserta diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran tentang bagaimana memahami dan menyikapi situasi dan kondisi dinamika politik yang akhir-akhir ini berubah dengan cepat, serta memberikan solusi penangan sampai ke akar permasalahan,” ujar Agus.[]