Lima Perempuan Ini Berpotensi Maju di Pilpres 2019

Para perempuan ini mempunya kekuatan dan kekurangan yang berbeda.

Lima Perempuan Ini Berpotensi Maju di Pilpres 2019
Kesepakatan Koordinasi Pelaksanaan Lelang. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan paparan usai penandatanganana nota kesepakatan anatara Kejaksaaan Agung dan KPK di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (14/3). [Foto: Republika/ Wihdan]

Lima Perempuan Ini Berpotensi Maju di Pilpres 2019

Para perempuan ini mempunya kekuatan dan kekurangan yang berbeda.

Jakarta -  Pengamat politik dari Universitas Indonesia Cecep Hidayat menjelaskan, setidaknya ada empat nama tokoh nasional perempuan yang berpotensi maju pada pemilihan presiden (pilpres) 2019. Keempatnya punya peluang mendampingi Joko Widodo (Jokowi) yang akan maju berkontestasi pada periode kedua. 

Mereka adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan mantan menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Selain empat elite nasional tersebut, Cecep juga melihat adanya potensi tokoh lokal perempuan, yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. 

"Akan membutuhkan kerja keras yang besar karena masih dalam tahap wali kota. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan untuk maju di putaran berikutnya," ujarnya sebagaimana diirilis Republika, Selasa (20/3).

Dari empat tokoh nasional berpotensi, Cecep melihat masing-masing dari mereka memiliki kekuatan dan kekurangan yang berbeda. Dia menjelaskan, Puan dengan latar belakang politik dan didukung oleh partai politik mempunyai posisi kuat di pemerintahan. 

Namun, selama menjabat sebagai menteri, Puan masih belum muncul ke permukaan sehingga tidak terlalu dikenal publik. Kekurangan Puan justru menjadi kelebihan dari Sri Mulyani dan Susi. 

Sebagai menteri, keduanya terlihat sebagai pengambil kebijakan yang tegas dan memiliki karakter tangguh. Dampaknya, popularitas Sri dan Susi di tengah publik Indonesia sudah tinggi, tidak terkecuali di kalangan generasi muda.

Untuk berbicara dukungan dari organisasi nonpolitik, sosok Khofifah tidak bisa diabaikan. Bahkan, secara paralel, jika dukungan partai politik dan Nadhlatul Ulama diakumulasi maka ia berpotensi besar untuk menjadi cawapres.

Dengan kelebihan mereka, Cecep mengatakan, kemungkinan cawapres dalam pilpres 2019 diisi oleh tokoh nasional perempuan. "Sekarang, tinggal diukur saja apa prestasi mereka selama ini, apa yang sudah mereka lakukan sebelumnya untuk Indonesia dan kesesuaian visi mereka dengan capres," ucapnya.[]

Sumber: Republika