Luhut Curhat di Udara

Luhut Curhat di Udara
Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut Curhat di Udara

Jakarta - Luhut Binsar Panjaitan dalam sebuah perjalanan Jakarta-Kupang di atas ketinggian ribuan kaki menyampaikan curhatnya terkait tugas yang diemban sebagai Menko Maritim. 

"Banyak pertanyaan dan pernyataan ditujukan kepada saya bahwa sepertinya saya mengurusi semua pekerjaan yang seharusnya tanggung jawab orang lain. Di dalam pesawat ini saya ingin berbagi kepada teman-teman mengenai tugas sebagai Menko Maritim," katanya.

Menurutnya, tugas pokok sebagai menteri koordinator yaitu mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas kementerian yang ada di bawahnya. Dalam hal ini yang berada dibawah koordinasi saya; Kementerian Perhubungan, Kementrian Pariwisata, kementrian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) dan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun dalam menyelesaikan pembangunan di sektor-sektor tersebut tidak mudah karena tidak terintegrasi dengan baik. 

Selain itu, ucap Luhut, solusi penyelesaian pembangunan harus dilakukan secara holistik agar dalam membuat keputusan tidak ada atau kecil terjadi kesalahan karena itu saya berkoordinasi dengan kementerian lain. Misalnya penanganan garam ternyata ada problem lingkungan dan tanah karena itu saya menggandeng Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR).

"Begitu juga pengalaman menangani Mandalika. Meski pariwisata berada di bawah koordinasi saya, tapi ada dalam menyelesaikan persoalan sengketa tanah di sana saya mengajak Menteri ATR agar segera mendapatkan solusi. Kini Mandalika sudah dalam tahap pembangunan dan nanti kita akan mempunyai Cruise Terminal di Pelabuhan Benoa," jelasnya.

Contoh lain, kata Luhut, adalah dalam penanganan LRT dan MRT. Selain koordinasi dengan kementerian di bawah saya yaitu Kementerian Perhubungan, kami juga harus berkoordinasi dengan kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Lingkungan Hidup, Keuangan, ATR dan Pemda. Kemarin, 28 Oktober saya meresmikan jalur penerbangan Garuda Singapore ke Danau Toba untuk akses turis mancanegara ke sana, saya berkoordinasi dengan Menteri BUMN dan Garuda. 

"Bapak-Ibu dan teman-teman. Selain menangani Mandalika yang tertunda penanganannya hampir 29 tahun, pemerintah juga menyelesaikan proyek pembangunan tertunda lainnya seperti Suwung lokasi pembangunan waste energy, Flight Information Region (FIR) yang hampir dilupakan orang karena 45 tahun tidak ditangani, juga reklamasi yang tidak selesai sejak jaman Pak Suharto. Kini semua dalam taraf pembangunan dan diharapkan segera selesai dengan baik. Selain itu untuk ke depan atas usulan KADIN pemerintah akan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sedang dirancang di Cikarang, Kerawang dan Bekasi," ujarnya.

"Pilihan kepada daerah-daerah tersebut karena hampir 60% industri ada disana sehingga tidak perlu membangun kawasan baru, hemat biaya untuk para tenaga kerja terutama transportasi, pembangunan harus efektif dan berguna bagi masyarakat serta untuk kepentingan nasional. Dalam rangka KEK ini pemerintah juga sedang pelajari lebih cermat terutama terkait perijinan melalui satu pintu," tambah Menko Maritim.

Dia juga menyampaikan, jika saat ini masih banyak pembangunan yang harus diselesaikan melalui lintas kementrian. Dan hal tersebut tidak bisa berhasil jika terus mengedepankan ego sektoral. Jadi, harus mengutamakan kerjasama dengan semua pihak. 

"Saya berharap Bapak-Ibu dan teman-teman kini paham bahwa tidak ada niat dari saya maupun kementrian lain ingin mengambil alih urusan pihak lain, semua yang kami lakukan semata-mata untuk kepentingan nasional," pungkas pria kelahiran Toba Somosir itu. []