Madu dilihat sebagai sesuatu yang dianggap bisa membugarkan tubuh

Madu
Ilustrasi madu. [familinia.com]

Madu dilihat sebagai sesuatu yang dianggap bisa membugarkan tubuh

Membicarakan madu adalah sesuatu yang mungkin bersayap. Kata madu, bisa bermakna cairan yang banyak mengandung zat gula pada sarang lebah. Kata ini juga bisa digunakan untuk memaknai ada orang yang dimadu dan mereka yang mau dimadu. Kata-kata terakhir ini di luar konteks madu yang pertama. Namun tidak sedikit orang yang mengait-ngaitkan. Saya tidak ingin melakukan hal yang sama.

Orang yang mengaitkan, madu dilihat sebagai sesuatu yang dianggap bisa membugarkan tubuh. Berbicara kebugaran, banyak orang mengaitkannya dengan kebutuhan orang dewasa. Padahal tidak demikian. Madu itu dibutuhkan oleh semua umur. Bagi orang sakit, madu menjadi obat yang baik dan bisa digunakan untuk menangani banyak penyakit.

Orang-orang yang mengonsumsi madu berimplikasi kepada kesehatan mereka. Ketika madu menjadi barang yang mahal, tidak jarang ia menjadi barang yang juga dipermainkan, baik sisi kualitas maupun harganya. Makanya sangat berbahagia bila ada orang yang ikut terlibat dalam kampanye untuk barang yang baik. Pasalnya berbagai terobosan dilahirkan oleh mereka yang mencari untung, untuk menghasilkan uang dari barang yang tidak asli, terutama mereka yang mereproduksinya dengan cara memalsukan. Kecanggihan manusia membuat semuanya bisa dilakukan dengan mudah. Termasuk menghasilkan sesuatu yang menyerupai barang yang asli.

Barang yang tiruan, kemudian dijual dengan harga asli. Tetap penipuan namanya, walau dalam durasi tertentu, ia bukan kelas kakap. Namun siapa bilang ia masih kelas teri, ketika pemalsuan itu dilakukan secara masif dan berjamaah. Bahkan penipuan tidak jarang, juga menitipkan pesan kepada pembeli, agar hati-hati dengan barang palsu.

Apa yang Anda bayangkan, saat mengetahui ada penjual barang palsu, namun mengingatkan kita untuk hati-hati dengan barang palsu? Tentu sangat rumit. Sama seperti seorang penipu, pencuri, atau koruptor, yang mengingatkan kita untuk berhati-hati dengan upaya dan tingkah laku penipu, pencuri, atau koruptor. Itulah yang terjadi dalam kehidupan manusia. Perilaku buruk mengorganisir diri secara baik, agar memperlihatkan sesuatu yang mereka lakukan itu baik.

Di sinilah urgensinya kekuatan yang baik harus muncul. Mereka yang berperilaku baik harus maju ke depan untuk melakukan banyak hal. Dalam semua bidang. Mereka yang berkuasa, harus muncul orang-orang baik. Bahkan mereka yang menjual sesuatu kepada orang banyak, juga harus dikuasai oleh orang-orang baik.

Barang yang penting dan tak jarang mahal, harus dilakukan oleh mereka yang baik. Jangan sampai akibat perilaku buruk segelintir orang, justru yang menjadi korban adalah banyak orang baik. Berbagai ruang yang baik harus diambil alih oleh orang baik. Jangan serahkan ruang ini untuk dimanfaatkan oleh orang-orang yang buruk, yang sebagiannya sudah diorganisir sedemikian rupa agar terlihat seperti sesuatu yang baik.

Orang-orang baik harus muncul, dimunculkan, atau memunculkan diri. Terlalu besar partaruhan ketika golongan orang baik memilih diam saja, tidak melakukan apa-apa.

Wallahu A'lamu Bish-Shawaab.