Ma'had Al-Jami'ah UIN Ar-Raniry Orientasi 1.512 Mahasantri Baru

Di asrama mahasiswa diberi bekal keagamaan dengan mengikuti program tahsin qur'an, tahfidh, tsaqafah Islamiah atau wawasan keislaman

Ma'had Al-Jami'ah UIN Ar-Raniry Orientasi 1.512 Mahasantri Baru

Ma'had Al-Jami'ah UIN Ar-Raniry Orientasi 1.512 Mahasantri Baru

Di asrama mahasiswa diberi bekal keagamaan dengan mengikuti program tahsin qur'an, tahfidh, tsaqafah Islamiah atau wawasan keislaman

Banda Aceh - UPT. Ma'had Al-Jami'ah dan Asrama Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menyelenggarakan Orientasi Perkenalan Akademik kepada 1.512 mahasantri Angkatan VI gelombang I tahun akademik 2018-2019 yang terdiri dari 462 mahasantri putra dan 1050 mahasantri putri, acara tersebut diselenggarakan pada malam sabtu dan minggu (14-15 September 2018) di Mushalla Ma'had Al-Jami'ah UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. 

Dr. Saifullah, M.Ag, Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan orientasi bukan semata-mata untuk memperkenalkan ma'had kepada mahasantri baru, tapi juga untuk melatih kekompakan dan kesabaran, karena kesabaran akan lebih diuji lagi nanti ketika sudah berlangsung program kegiatan selama satu semester di asrama ma'had.

"Kalian adalah orang yang sangat beruntung mendapatkan kesempatan ini, jangan sia-siakan waktu, gunakanlah kesempatan belajar selama tinggal di asrama dengan baik, pendidikan itu tidak bisa diulang, kalau salah didik maka hancurlah kehidupan," ungkapnya kepada mahasantri. 

Dr. Saifullah juga mengajak mahasantri untuk menggunakan kesempatan selama tinggal di asrama sebagai sarana belajar memahami kehidupan sosial, ia juga berharap agar mahasantri bisa menggunakan sarana-prasarana khususnya teknologi yang sedang berkembang saat ini untuk memudahkan dalam menuntut ilmu. 

Dr. Nurchalis Sofyan, MA, Kepala UPT. Ma'had Al-Jami'ah dan Asrama menekankan urgensi tinggal di asrama sebagai salah satu bentuk pelatihan interaksi sosial dengan sesama teman-teman dan yang paling penting mahasantri juga akan diberi bekal keilmuan agama dan kemampuan lain-lain selama tinggal di ma'had. 

"Selama di asrama, mahasiswa bisa melatih kehidupan sosial, selain itu juga akan diberi bekal keagamaan dengan mengikuti program tahsin qur'an, tahfidh, tsaqafah Islamiah atau wawasan keislaman, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, pelatihan menjadi Imam, ceramah, do'a, dan lain-lain" ujarnya. 

Dr. Nurchalis juga berharap dengan bekal yang diperoleh dari ma'had semoga nantinya mahasantri bisa mudah menjalani interaksi sosial di dalam masyarakat yang lebih luas dan mampu menjadi pemimpin dalam masyarakat. []