Mahasiswa BSA UIN Ar-Raniry Praktikum Filologi Ke Aceh Utara

Yang menjadi objek praktikum adalah tulisan pada Makam Sultan Malikussaleh di Gampong Beuringin, Kecamatan Samudera, Aceh Utara dan makam Sultanah Nahrasiyah

Mahasiswa BSA UIN Ar-Raniry Praktikum Filologi Ke Aceh Utara

Mahasiswa BSA UIN Ar-Raniry Praktikum Filologi Ke Aceh Utara

Yang menjadi objek praktikum adalah tulisan pada Makam Sultan Malikussaleh di Gampong Beuringin, Kecamatan Samudera, Aceh Utara dan makam Sultanah Nahrasiyah

Banda Aceh – Sebanyak 57 mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh melakukan praktikum filologi di Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari, 6-7 Oktober 2018.

Di bawah bimbingan Nurdin, AR dan dua dosen filologi lainnya Chairunnisa Ahsana AS dan Istiqamatunnisak serta Nasruddin AS selaku dosen arkeologi, para mahasiswa dilatih cara mengukur dan membaca tulisan pada nisan, melakukan transkripsi dan transliterasi teks inskripsi, mengklasifikasikan jenis batu, ornamen, waktu pembuatan, silsilah tokoh dan usia, serta kontribusi dalam penyebaran Islam di Serambi Mekkah, kemudian dilanjutkan dengan melakukan deskripsi data-data yang digali dalam wujud laporan praktikum.

Menurut Chairunnisa Ahsana AS, MA.Hum, praktikum filologi merupakan lanjutan dan praktik dari mata kuliah filologi pada semester sebelumnya di Prodi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry agar mahasiswa mampu memahami ilmu-ilmu naskah.

Untuk kali ini, kata Chairunnisa, yang menjadi objek praktikum adalah tulisan pada Makam Sultan Malikussaleh di Gampong Beuringin, Kecamatan Samudera, Aceh Utara dan makam Sultanah Nahrasiyah.

“Yang menjadi objek praktikum kali ini adalah tulisan pada makam Sultan Malikussaleh dan Sultanah Nahrasiyah. Yang dipelajari dan ingin digali dengan menggunakan pendekatan paleografi (ilmu huruf) yang menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari lingkup kajian sejarah. Disinilah konteks interkoneksi terjadi, ilmu filologi (manuskrip dan naskah kuno) sebagai bagian dari ilmu bantu sejarah/inskripsi atau sejarah/inskripsi sebagai ilmu yang dibantu oleh filologi," kata Chairunnisa, Minggu 7 Oktober 2018.

Sehingga, kata Chairunnisa penelitian terhadap inskripsi tersebut sekaligus merupakan bagian yang menghubungkan antara kajian filologi, sejarah dan antropologi yang juga memiliki objek kajian yang sama sebagai bagian dari peninggalam sejarah atau artefak.

"Ke depan, praktikum-praktikum filologi akan kita lakukan secara berkelanjutan karena merupakan bagian dari mata kuliah. Sekaligus refleksi, praktek- kongkrit dari teori yang didapat selama  pembelajaran filologi telah dan tengah berlangsung," jelasnya.

Ia berharap, pemerintah dan masyarakat memberi perhatian serius terhadap pemeliharaan situs-situs dan objek sejarah dengan lebih memerhatikan pemeliharaan sehingga makam dan seluruh artefak bisa lebih lama bertahan dan bisa disaksikan oleh anak cucu.

“Konsep pemeliharaan dengan tujuan mempertahankan situs lebih lama dan terawat baik, meski usia tak menjamin semua mampu bertahan lama namun setidaknya ada usaha kongkrit yang dilakukan," pungkas Dosen Filologi UIN Ar-Raniry itu.[]