Mahasiswa Gayo Tolak Kehadiran PT. EMM

Kehadiran PT. EMM hanya untuk mencuri hasil bumi di Tanah Gayo dan Kabupaten Nagan Raya.

Mahasiswa Gayo Tolak Kehadiran PT. EMM

Mahasiswa Gayo Tolak Kehadiran PT. EMM

Kehadiran PT. EMM hanya untuk mencuri hasil bumi di Tanah Gayo dan Kabupaten Nagan Raya.

Banda Aceh - Puluhan mahasiswa Gayo menggelar aksi demo di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Selasa 2 Oktober 2018.

Mereka mendesak DPR Aceh dan Pemerintah Aceh untuk mencabut izin PT Emas Mineral Murni (PT.EMM) yang beroperasi di wilayah Aceh Tengah dan Nagan Raya.

Aksi demo ini juga tergabung dari Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Aceh Tengah (IPPEMATA), Himpunan Pemuda Pelajar Bener Meriah (HPBM) Banda Aceh, Mahasiswa Peduli Sejarah Gayo (MAPESGA) dan Persatuan Mahasiswa Aceh Tengah Bener Meriah (PERMATA) UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Para mahasiswa membawa poster dengan tulisan penolakan terhadap keberadaan PT. EMM. Mereka juga membawa alat pengeras suara dan spanduk. Aksi demo ini juga diwarnai dengan pembacaan puisi dan seni Tari Guel.

Dalam orasinya, Korlap Aksi Wandi Ariga mengatakan, kehadiran PT. EMM hanya untuk mencuri hasil bumi di Tanah Gayo dan Kabupaten Nagan Raya.

"PT. EMM adalah penjajah, kehadirannya di Aceh Tengah hanya untuk mencuri hasil bumi. Selain itu juga merusak lingkungan bahkan mengusir penduduk yang telah turun temurun tinggal di daerah tersebut," kata Wandi.

Menurutnya, PT. EMM sudah beroperasi sejak 2006. "Izin sudah diberikan, tapi ketika ditanya mereka (pemangku kepentingan di Aceh) bilang tidak tau. Ini pembohongan, kita dibodoh-bodohi," ungkapnya.

Untuk itu, mereka mendesak dan menuntut Pemerintah Aceh dan DPRA untuk mencabut izin PT EMM.

Hingga berita ini diturunkan, aksi demo yang dikawal oleh puluhan aparat keamanan itu masih berlangsung. Belum ada satupun angota DPRA yang menemui para pendemo.[]