Mahasiswa Minta Pemerintah dan DPRK Cari Solusi Stabilkan Harga TBS

saat ini harga TBS turun drastis menjadi Rp. 750 /kg. 

Mahasiswa Minta Pemerintah dan DPRK Cari Solusi Stabilkan Harga TBS

Mahasiswa Minta Pemerintah dan DPRK Cari Solusi Stabilkan Harga TBS

saat ini harga TBS turun drastis menjadi Rp. 750 /kg. 

Subulussalam - Pascalebaran Idul Fitri, harga Tandan Buah Segar (TBS) kepala sawit di pasaran anjlok. Padahal seminggu sebelum lebaran harga TBS berkisar Rp.1300 /kg hingga Rp.1700 /kg, namun saat ini harga TBS turun drastis menjadi Rp. 750 /kg. 

"Keadaan ini sangat menyulitkan petani kebun kelapa sawit, apalagi harga kebutuhan pokok trus meningkat ditambah lagi kebutuhan biaya anak sekolah. Seperti yang kita ketahui memang Subulussalam adalah salah satu penghasil TBS terbesar di Aceh karena hampir 80 % masyarakat kota Subulussalam adalah petani kelapa sawit," ujar Muzir, mahasiswa Subulussalam di Banda Aceh

untuk itu ia meminta pemerintah segera menstabilkan kembali harga TBS yang selama ini sangat mencekik pendapatan petani. serta meninjau langsung pabrik penampung kepala sawit.

"Jangan ada yang bermain dan mengotak-atik harga sawit, ini perkara hidup orang banyak," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan mantan Sekjen IPMASAD, Zuliadi Kdr SH. Menurutnya, jika bandingkan dengan harga/kg TBS kelapa sawit di daerah Jambi dan Riau, maka jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga TBS kelapa sawit di Kota Subulussalam. 

"Saya pikir ini tidak terlepas dari campur tangan pemerintah ke depan dengan perusahaan agar menstabilkan harga TBS kelapa sawit," ucapnya 

Karena menurutnya, jika harga TBS kelapa sawit selalu stabil maka masyarakat juga lebih mudah dan dapat terlihat makmur dengan kebutuhan yg terpenuhi. 

"Sangat disayangkan sekali jika ini berlarut larut. Masyarakat harus diperhatikan, bagaimana masyarakat bisa makmur dan jauh dari kemiskinan jika sumber penghasilannya selalu di kebiri oleh perusahaan," cetusnya.[]