Memperdalam Ilmu Teknologi Informasi, 24 Pelajar SMK Aceh Dikirim ke Bandung

Tunjukkan bahwa kita benar-benar mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik dalam membangun pendidikan Aceh, pesannya. 

Memperdalam Ilmu Teknologi Informasi, 24 Pelajar SMK Aceh Dikirim ke Bandung
Dinas Pendidikan Aceh, mengirimkan 24 pelajar dari sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke Bandung. Minggu 29 Oktober 2017, di Banda Aceh.

Memperdalam Ilmu Teknologi Informasi, 24 Pelajar SMK Aceh Dikirim ke Bandung

Tunjukkan bahwa kita benar-benar mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik dalam membangun pendidikan Aceh, pesannya. 

Banda Aceh - Dinas Pendidikan Aceh, mengirimkan 24 pelajar dari sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke Bandung. Di Bandung, nantinya ke 24 pelajar tersebut akan mempelajari bidang keahlian Instalasi Jaringan, Sharing Data dan Instalasi OS, membuat database, pada badan usaha Teknologi Informasi Indonesia DiAntara Intermedia, selama satu bulan.

Kepala Bidang Pembinaan SMK, Teuku Miftahuddin, mengatakan pengiriman pelajar SMK tersebut diselenggarakan setelah sebelumnya pihak Dinas Pendidikan Aceh melakukan penjajakan  kompetensi program magang tersebut ke badan usaha Teknologi Informasi Indonesia, DiAntara Intermedia.  

"Pemagangan di badan usaha teknologi informasi Indonesia, DiAntara Intermedia, karena perusahaan tersebut merupakan badan usaha yang bergerak bidang teknologi informasi, dimana juga memiliki spesialisasi di bidang pengembangan sistem informasi, sistem aplikasi, web hosting, jaringan data dan solusi IT di tanah air," ujar Teuku Miftahuddin, Minggu 29 Oktober 2017, di Banda Aceh.

Menurutnya, dewasa ini, perkembangan internet di Indonesia sangat pesat, dan DiAntara Intermedia hadir sebagai bentuk kesiapan menghadapi era globalisasi dan era internet ini. 

"Dukungan support yang handal dan profesional, layanan dan fasilitas server prima, serta tim muda dan kreatif DiAntara Intermedia berkomitmen untuk memberikan solusi yang mudah, ringkas dan mutakhir dengan teknologi terkini untuk memenuhi kebutuhan IT di Indonesia, itu sebabnya kita melakukan kerjasama dengan perusahaan tersebut," tuturnya.

Dijelaskan dia, DiAntara Intermedia memiliki tim R&D IT yang menjamin pelanggan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari produk dan jasa maupun produk yang DiAntara Intermedia kembangkan bersama dengan pelanggan. 

"Dengan komitmen tim DiAntara Intermedia menciptakan inovasi-inovasi baru dan menerapkan teknologi terkini (state-of-the-art) dalam setiap produk atau jasa yang tersedia, diharapkan dapat diserap oleh siswa kita guna mencapai visi-misi Pemerintah Aceh mewujudkan Aceh Carong dapat terlaksana dengan sempurna," terangnya berharap.

Kepada siswa yang akan melaksanakan pemagangan pada badan usaha Teknologi Informasi Indonesia, DiAntara Intermedia, ia berpesan untuk benar-benar dan bersungguh-sungguh mengikuti proses pemagangan di lembaga tersebut.

"Ikuti segala aturan yang diberlakukan pihak badan usaha Teknologi Informasi Indonesia, DiAntara Intermedia, tunjukkan bahwa kita benar-benar mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik dalam membangun pendidikan Aceh," pesannya. 

Sebelumnya, pelepasan siswa SMK untuk mengikuti magang ke badan usaha Teknologi Informasi Indonesia, DiAntara Intermedia, dipusatkan di SMK Negeri Al-Mubarkeya, Aceh Besar yang merupakan outlet dari sejumlah SMK yang siswanya mengikuti pemagangan ini.[]