Menag Buka Perkemahan Wirakarya PT Keagamaan 2018

“Selaku Menteri Agama, saya menganggap perlu untuk dilakukan Revitalisasi Gerakan Pramuka di kalangan PTK"

Menag Buka Perkemahan Wirakarya PT Keagamaan 2018
Suasana pembukaan Perkemahan Wirakarya PT Keagamaan 2018 di bumi perkemahan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau. [Foto Istimewa]

Menag Buka Perkemahan Wirakarya PT Keagamaan 2018

“Selaku Menteri Agama, saya menganggap perlu untuk dilakukan Revitalisasi Gerakan Pramuka di kalangan PTK"

Riau - Nilai dan semangat nasionalisme religius, akan dengan mudah terdesiminasikan melalui wadah Gerakan Pramuka, yang selama ini diyakini mempunyai sistem dan aturan yang mapan. Nilai-nilai kepramukaan hendaknya mampu ditransformasikan ke dalam nilai-nilai agama, demikian pula sebaliknya.

Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, saat membuka Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) se-Indonesia ke XIV tahun di bumi perkemahan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Kamis 3 Mei 2018,

“Dengan demikian, secara mutualistik terjadi dialog dan interaksi antara Perguruan Tinggi Keagamaan dengan Gerakan Pramuka sebagai ikhtiar membangun karakter bangsa,” kata Lukman Hakim.

Lukman Hakim mengapresiasi atas terselenggaranya Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan ke XIV se-Indonesia, yang di gelar setiap dua tahun sekali. Even tersebut diharapkan, dapat menjadi washilah untuk memperteguh semangat persatuan dan kesatuan. Memupuk nasionalisme dan patriotisme serta menebarkan paham dan ajaran agama yang moderat.

“Selaku Menteri Agama, saya menganggap perlu untuk dilakukan Revitalisasi Gerakan Pramuka di kalangan PTK, agar langgam kegiatan kepramukaan tidak ketinggalan zaman, tetap relevan dan sesuai dengan generasi millennial,” ujarnya.

Menurut Lukman Hakim, gerakan Pramuka harus menjadi ajang kreativitas, inovasi dan literasi, untuk anak-anak muda zaman now.

"Rancang bangun kegiatan kepramukaan, harus mampu menjawab kebutuhan saat ini dan mencandra tantangan kehidupan generasi millenial,” paparnya.

Lebih lanjut Lukman Hakim menyampaikan, program dan kegiatan kepramukaan harus merespon perkembangan informatsi teknologi (IT), yang ditandai dengan munculnya bejibun media sosial, seperti facebook, twitter, instagram, whatshap dan lain-lain.

“Meski pun generasi millennial adalah penguasa dunia maya, namun tetap jangan sampai melupakan realitas sosial. Karena mereka bukan manusia yang hidup di menara gading,” pesan Menag.

Ia berharap, perhelatan akbar Perkemahan Wirakarya bisa berdampak positif bagi pengembangan PTKI.

“PTKI harus menjadi tempat bersemainya “pengarusutamaan moderasi agama” untuk mahasiswa generasi ke-4 atau biasa dikenal dengan revolusi industry,” tutupnya.[]