Menanti Kuliner Khas Aceh di Sail Sabang 2017

Sate Gurita misalnya, tak lengkap rasanya bila berkunjung ke Sabang tanpa menikmati sate yang satu ini.

Menanti Kuliner Khas Aceh di Sail Sabang 2017
Sail Sabang 2017 yang digelar 28 November-5 Desember mendatang digadang-gadang jadi sail terbesar di Indonesia.

Menanti Kuliner Khas Aceh di Sail Sabang 2017

Sate Gurita misalnya, tak lengkap rasanya bila berkunjung ke Sabang tanpa menikmati sate yang satu ini.

Jakarta - Sail Sabang 2017 yang digelar 28 November-5 Desember mendatang digadang-gadang jadi sail terbesar di Indonesia. Bagi yang kebetulan ke sana, jangan lupa cicipi kuliner khas lokal yang menggugah selera.

Sejumlah kuliner andalan seperti Sate Gurita, Mi Jalak, Mi Sedap, Kue Kacang dan lainnya sudah diatur rapih di sejumlah spot. Kebersihannya pun sangat terjaga.

"Pemkot sudah menetapkan area di beberapa titik Kota Sabang dan Pulau Plah menjadi kawasan wisata kuliner. Ini agar pengunjung Sail Sabang 2017 tahu harus kemana saat ingin menikmati kuliner khas daerah kami," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Zulfi Purnawati, Jumat (24/11).

Kebetulan, pemerintah pusat sudah menetapkan Sabang sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Wisata kuliner pun jadi sangat masuk akal untuk ikut dipromosikan di Sail Sabang 2017.

"Ini kesempatan besar bagi kami. Mumpung banyak yang datang, semua kami tawarkan ragam kuliner khas Sabang yang menggugah selera,” ucapnya.

Sate Gurita misalnya, tak lengkap rasanya bila berkunjung ke Sabang tanpa menikmati sate yang satu ini. Terbuat dari gurita, sate ini terasa empuk dan penuh citarasa karena sebelumnya telah dibumbui dengan berbagai bumbu rempah.

Anda bisa menikmati sate gurita bersama nasi ataupun lontong, dengan pilihan bumbu kacang dan padang sebagai pelengkap. Untuk bisa menikmati seporsi sate ini, Anda hanya cukup merogoh uang Rp 15 ribu saja.

Bila selama ini yang Anda tahu yang lezat adalah Mi Aceh, khusus di Sabang, yang terkenal lezat adalah Mi Jalak, mi kuning yang dihidangkan dengan kuah kaldu itu, dilengkapi dengan sayuran seperti tauge, daun bawang, dan ikan tenggiri yang dipotong kecil-kecil. Yummy!

Anda juga bisa menambahkan telur dalam seporsi Mi Jalak pesanan Anda. Untuk harga, cukup siapkan uang Rp 12 ribu jika ingin mencicipi semangkuk Mi Jalak.

Panganan ini beda lagi dengan Mi Sedap. Mi ini disajikan dengan potongan daging. Uniknya, Anda juga bisa memilih ingin disajikan tanpa kuah ataupun langsung digoreng. Selain itu, tingkat kepedasannya bisa dipilih sesuai selera.

Buat Anda yang datang ke Kota Sabang dan ingin mencicipi Mie Sedap ini, bisa langsung datang ke Toko Sedap yang ada di Jalan Perdagangan, karena mie sedap ini hanya dijual di sana mulai pukul 08.00- 22.00 WIB setempat. Datang, duduk dan langsung pesan. Makanan akan segera datang tidak sampai 10 menit. Harganya cukup Rp10 ribu saja.

Sedangkan Kue Kacang bentuknya mirip bakpia khas Yogyakarta. Perbedaannya adalah pada bentuk yang sedikit lebih besar dan isian kacang yang lebih basah. Terdapat tiga rasa, yaitu kacang hijau, pandan dan durian. Adonan tepung yang renyah ditambah isian kacang yang langsung meleleh di mulut semakin menambah kelezatan.

Gurih! Pedas! Itulah kesan pertama Menteri Pariwisata Arief Yahya begitu menyantap makanan khas Sabang.

Lalu kesan kedua? "Enak dan bikin ketagihan!" jawab pria berlidah Banyuwangi, Jawa Timur yang seleranya mirip dengan Aceh itu.

Setidaknya, itulah yang akan membuat Anda lebih betah di pulau paling barat yang punya destinasi Titik Nol Indonesia itu.

“Jangan lupa, foto-foto, upload di sosial media, agar semua orang bisa membayangkan nikmatnya kuliner khas Sabang. Sukses untuk Sail Sabang-nya, Salam Pesona Indonesia,” ucap Arief Yahya.[]CNN