Mendekati Bumi, NASA Sebut Asteroid Ini Berpotensi Berbahaya

Selama perjalanan tahunannya di sekitar matahari, asteroid ini melintas sangat dekat dengan Bumi

Mendekati Bumi, NASA Sebut Asteroid Ini Berpotensi Berbahaya
Ilustrasi asteroid. express.co.uk

Mendekati Bumi, NASA Sebut Asteroid Ini Berpotensi Berbahaya

Selama perjalanan tahunannya di sekitar matahari, asteroid ini melintas sangat dekat dengan Bumi

Washington DC - 3200 Phaethon adalah sebuah asteroid yang berukuran sekitar 3 mil (5 km) yang menjelajah galaksi kita, melewati dan keluar dari orbit planet dalam perjalanannya. Bulan depan, 3200 Phaethon akan membentang sejauh 6,2 juta mil (10 juta km) dari Bumi, yang dinilai terlalu dekat terkait ukuran antariksa.

Phaethon adalah obyek di dekat Bumi yang mengorbit matahari setiap 1,4 tahun. Selama perjalanan tahunannya di sekitar matahari, asteroid ini melintas sangat dekat dengan Bumi.

Tahun ini, asteroid itu akan mendekati Bumi pada pertengahan Desember, beberapa hari sebelum hujan meteor Geminid tahunan. NASA melaporkan bahwa pada jarak terdekat, 3200 Phaethon hanya berjarak 2 juta mil (3,2 juta km) dari orbit Bumi.

Seiring dengan kedekatannya dengan Bumi, asteroid ini juga sangat besar, sekitar setengah ukuran asteroid yang dipercaya ilmuwan telah menyebabkan kepunahan dinosaurus. Akibatnya, NASA mengklasifikasikan obyek tersebut sebagai "asteroid yang berpotensi berbahaya" (PHA).

Asteroid ini adalah anomali antariksa sebenarnya dan dan NASA masih belum yakin bagaimana mengklasifikasikannya. Meskipun secara teknis terdaftar sebagai asteroid, 3200 Phaethon juga merupakan satu-satunya asteroid yang pernah diamati bertanggung jawab atas hujan meteor.

Biasanya, hujan meteor adalah hasil dari puing-puing es di komet yang menguap saat mendekati matahari. Hal ini menyebabkan puing-puing meledak ke antariksa, dengan beberapa potongan menyentuh atmosfer bumi dengan kecepatan sangat tinggi, yang memberi kita sebuah pertunjukan.

Hujan Geminids ini tidak biasa karena berasal dari asteroid 3200 Phaethon. Untuk alasan ini, NASA menyarankan bahwa pada satu titik meteor ini dulunya adalah komet, tapi asal-usul sebenarnya dari 3200 Phaethon tetap menjadi misteri.

Asteroid adalah batuan antariksa besar yang tidak cukup besar untuk diklasifikasikan sebagai planet. 3200 Phaethon telah menempuh perjalanan sangat jauh ke seluruh tata surya kita dan kemungkinan berasal dari lokasi antara Mars dan Jupiter.

Sebenarnya, semua asteroid kemungkinan berasal dari wilayah ini di tata surya kita, karena selama pembentukan tata surya kita, kelahiran Jupiter mencegah tubuh planet terbentuk dari celah antara Mars dan Jupiter. Hal ini menyebabkan benda-benda kecil yang hadir di sini bertabrakan satu sama lain dan terpecah menjadi asteroid yang masih terlihat di langit malam hari ini.

NASA mengatakan bahwa gravitasi Jupiter telah menyebabkan puing-puing dari asteroid 3200 Phaethon ditarik lebih dekat ke Bumi selama beberapa abad terakhir, yang dapat menyebabkan hujan meteor Geminid yang menarik lebih banyak lagi. Tahun ini International Meteor Organization melaporkan bahwa hujan meteor Geminids dapat dilihat antara 4-17 Desember, namun akan mencapai puncak pada tanggal 13 dan 14. Pastikan untuk tidak melewatkan acara tahun ini.[]

Sumber: Tempo