Mengapa Isi Alquran Disebut Ayat?

Kata 'tanda' di dalam bahasa Arab memiliki dua bentuk istilah. Yang pertama disebut dengan 'alamat', sedangkan yang lain disebut 'ayat'

Mengapa Isi Alquran Disebut Ayat?
Al Qur'an (Republika/Agung Supriyanto)

Mengapa Isi Alquran Disebut Ayat?

Kata 'tanda' di dalam bahasa Arab memiliki dua bentuk istilah. Yang pertama disebut dengan 'alamat', sedangkan yang lain disebut 'ayat'

Allah SWT berfirman, "Sesungguh nya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau mencip takan ini dengan sia-sia, Mahasuci Eng kau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'." (QS Ali Imran [3]: 190–191).

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, kata 'tanda' di dalam bahasa Arab memiliki dua bentuk istilah. Yang pertama disebut dengan 'alamat', sedangkan yang lain disebut 'ayat'. Allah SWT sendiri selalu menggunakan kata 'ayat' untuk mengungkapkan tanda-tanda kekuasaan-Nya di dalam Alquran.

Secara terminologi, kata 'alamat' diartikan sebagai tanda yang mendekatkan seseorang kepada tujuannya. Kata ini juga diserap ke dalam bahasa Indonesia untuk merujuk pada lokasi tertentu. Sementara, kata 'ayat' dalam bahasa Arab mempunyai makna yang lebih khusus lagi, yaitu tanda yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Sang Pencipta.

"Inilah alasan mengapa isi Alquran disebut ayat oleh umat Islam. Karena setiap kali membaca atau men de ngarkannya, orang Mukmin akan se makin dekat dengan Allah SWT," ujar dai lulusan Islamic Call College Tripoli Libya itu  saat mengisi kajian Islam di Masjid an-Nur Tanah Kusir, Jakarta, belum lama ini.

Allah SWT berfirman, "Sesungguh nya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal." (QS al-Anfal [8]: 2).

Yang paling menarik, kata Ustaz Adi, Allah SWT tidak sekadar menghadirkan kedekatan kepada hamba-Nya lewat tanda-tanda yang tertulis dalam Alquran (ayat-ayat qauliyah). Allah juga menghadirkan bentangan kehidupan di alam semesta ini untuk menunjuk kan tanda-tanda kebesaran-Nya kepada manusia. Tanda-tanda di alam inilah yang dikenal sebagai 'ayat-ayat kauniyah'.

"Ayat-ayat kauniyah digunakan untuk menafsirkan ayat-ayat yang tertulis dalam Alquran. Dan bagi orang yang imannya kuat, seluruh tanda kebesaran Allah yang ia lihat di alam ini akan langsung menghujam ke dalam jiwanya dan memberikan gambaran kedekatannya kepada Sang Khalik," tutur Ustaz Adi.

Karena itulah, kita dituntut untuk menyelami tanda-tanda kekuasaan Allah di manapun kita berada. Sebab, tandatanda itu dapat memperkuat keimanan kita kepada Sang Pencipta, seperti yang disampaikan-Nya dalam Alquran, "Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Alquran itu adalah benar. Tiadakkah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" (QS Fussilat [41]: 53).[]

Sumber: Republika