Menggalang Pendonor Tetap, Itulah Jawaban bagi Pasien HD

Kami pikir, beroperasionalnya Unit Heamodialisa di RSUYA, tentu saja membutuhkan darah. Salah satu caranya dengan membantu penggalanan pendonor tetap.

Menggalang Pendonor Tetap, Itulah Jawaban bagi Pasien HD
Hingga saat ini, jumlah pasien Heamodialisa asal Aceh Selatan yang terdata dan rutin melakukan cuci darah per bulan, sekitar 30 orang.

Menggalang Pendonor Tetap, Itulah Jawaban bagi Pasien HD

Kami pikir, beroperasionalnya Unit Heamodialisa di RSUYA, tentu saja membutuhkan darah. Salah satu caranya dengan membantu penggalanan pendonor tetap.

DATA 2016 dari Yayasan Ginjal Amerika Serikat (National Kidney Foundation/NKF) menyebutkan, hampir sepuluh persen penduduk dunia menderita Penyakit Ginjal Kronis (PKG). Di Indonesia, penderita PKG mencapai angka 12,5 persen dari seluruh penduduk Indonesia pada tahun 2014 yang berjumlah sekitar 250 juta jiwa.

Perkiraan tersebut diambil dari penelitian Perhimpunan Nefrologi Indonesia tahun 2014, yang dikutip Kementerian Kesehatan RI tahun 2017. Lalu, pada peringatan Hari Ginjal Sedunia di Aceh, dokter spesialis ginjal, Dr. Maimun Syukri SpPD KGH Finasim menyebutkan, di Aceh jumlah pasien yang melakukan cuci darah akibat gangguan fungsi ginjal, mencapai 600 orang, dan itu tersebar di seluruh wilayah Aceh.

Terbatasnya jumlah rumah sakit di daerah dalam menangani pasien dengan kebutuhan cuci darah atau Heamodialisa yang rutin tiap bulan itu, dikarnakan keterbatasan alat dan tenaga profesional mengharuskan pasien Heamodialisa, dirujuk ke RSUZA Banda Aceh.

Untuk wilayah pesisir barat dan selatan provinsi Aceh misalnya. Selain RSUZA Banda Aceh, pasien di tujuh kabupaten/kota yang berada di wilayah barat, selatan Aceh tersebut, hanya bisa dirujuk ke RSUD Abdya.

Kini, hadirnya Unit Heamodialisa (HD) beserta tenaga profesional di RSUD Yuliddin Away, Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan yang diresmikan pada akhir Oktober lalu, telah memudahkan pasien Heamodialisa yang berada di tiga kabupaten/kota, Aceh Singkil, Subulussalam dan Aceh Selatan.      

Namun, ketersediaan Unit HD dan tenaga profesional saja tidak cukup untuk mengoperasikan perangkat HD. Butuh komponen utama dalam proses cuci darah itu. Yaitu stok darah untuk menjalankan proses tersebut. 

Hingga saat ini, jumlah pasien Heamodialisa asal Aceh Selatan yang terdata dan rutin melakukan cuci darah per bulan, sekitar 30 orang. Untuk mendukung kelangsungan hidup para pasien, Blood For life Foundation (BFLF) Aceh selatan, yang bergerak dibidang penggalanan darah, bekerja sama dengan  Unit HD, RSU Yuliddin Away ingin menggalang pendonor tetap bagi pasien di unit tersebut.

“Kami pikir, beroperasionalnya Unit Heamodialisa di RSUYA, tentu saja membutuhkan darah. Salah satu caranya dengan membantu penggalanan pendonor tetap, agar mereka tidak perlu dirujuk lagi, hanya karena tidak tersedia darah di rumah sakit,” kata Ketua BFLF Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa. 

Hal itu disampaikan Ogek Agus, begitu sapaan akrabnya, ketika ia dan anggota BFLF Aceh Selatan yang selama ini, genjar menjalankan sosialisasi donor darah dan berpartisipasi membantu pasien di RSUYA, di undang dalam forum silaturahmi BFLF dengan Direktur dan seluruh manajemen rumah sakit tersebut, pada awal November, bertempat di Ruang Rapat Lt. 2 RSUD Dr. H. Yuliddin Away, Tapaktuan.

BFLF Aceh Selatan yang berdiri 6 April lalu, telah memiliki anggota lebih 2560 orang, yang tersebar di 260 gampong, di tiga belas  kecamatan se Aceh Selatan. Walaupun Unit HD baru beroperasi dalam hitungan hari, namun mereka sudah menyiapkan 30 pendonor tetap untuk pasien HD tersebut. 

“Meskipun untuk 30 pasien HD itu, BFLF membutuhkan 200 database untuk kebutuhan pasien yang rutin cuci darah tiap bulan,” jelas Ketua BFLF Aceh Selatan. 

Salah satu cara untuk mendapatkan pendonor tetap itu, terang Ogek Agus, dengan melayangkan surat, lengkap dengan daftar pengisian golongan darah kepada seluruh dinas yang ada di Aceh Selatan. Ia percaya, jika pelestarian donor darah ini, sampai menjangkau pemerintah kabupaten, maka urusan penggalanan darah itu, mudah dilakukan. 

“Saya yakin, dua ratus pendonor tetap itu akan kami dapatkan dalam waktu satu bulan ini,” kata Ogek Agus optimis.[]