Minggu Baca Rame-rame (MIBARA) Genap 4 Tahun

Saat memulai MIBARA 4 tahun lalu, koleksi baru 3.000 bacaan. Pada akhir Maret 2018, koleksi tersebut melejit menjadi 14.300.

Minggu Baca Rame-rame (MIBARA) Genap 4 Tahun

Minggu Baca Rame-rame (MIBARA) Genap 4 Tahun

Saat memulai MIBARA 4 tahun lalu, koleksi baru 3.000 bacaan. Pada akhir Maret 2018, koleksi tersebut melejit menjadi 14.300.

Banda Aceh – Wisata buku gratis MIBARA (minggu baca rame-rame) yang digelar Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) telah genap 4 tahun berjalan pada tanggal 18 Mei 2018.

“Tanpa terasa, MIBARA telah berkhidmah 4 tahun bagi masyarakat Aceh. Sepanjang masa itu, MIBARA telah kita gelar 150 kali. Tujuan utama kita melakukan upaya jemput bola ini untuk mendorong minat baca masyarakat," kata Pembina TBM RUMAN Aceh, Ahmad Arif.

MIBARA, lanjut Arif, diluncurkan pertama kali pada 18 Mei 2014. Setiap hari Minggu, relawan TBM RUMAN Aceh membawa 300 hingga 400 bahan bacaan ke Blang Padang, mulai pukul 07.00 pagi sampai 11.00 siang.

“Jika turun hujan, atau ada acara besar di Blang Padang, MIBARA ditiadakan. Tahun 2017 lalu, misalnya, curah hujan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga lumayan sering MIBARA kita tiadakan," imbuh Arif.

Memanjakan Pengunjung

Sementara itu, Ketua TBM RUMAN Aceh, Fadhillah Islami mengutarakan, selain gratis baca di lapak MIBARA, peungunjung juga dimanjakan dengan kemudahan meminjam bahan bacaan hingga 5 judul secara gratisan selama sepekan.

Pengunjung uang ingin meminjam hanya perlu mengisi nama, tempat tinggal, nomor HP dan judul buku dalam formulir peminjaman yang disediakan relawan MIBARA yang bertugas.

“Nomor HP itu berfungsi untuk kita kirimi pesan pengingat kepada para peminjam setiap Sabtu sore, sehari sebelum pelaksanaan MIBARA," kata Fadhil.

Pada setiap edisi MIBARA, ungkap Fadhil melanjutkan, 4 orang relawan yang bertugas. Dua di bagian peminjaman dan dua lainnya di bagian pengembalian.

Sebanyak tiga ratusan buku dipinjam puluhan pengunjung pada setiap edisi MIBARA. Bahkan, pada salah satu edisi September 2016, tercatat 583 bacaan dipinjam 158 pengunjung. Artinya, buku yang baru dikembalikan, langsung dipinjam lagi oleh pengunjung lainnya.

Dampak Positif

Saat memulai MIBARA 4 tahun lalu, koleksi baru 3.000 bacaan. Pada akhir Maret 2018, koleksi tersebut melejit menjadi 14.300. Semua tambahan itu berasal dari sumbangan masyarakat. Baik di dalam mau pun luar Aceh. Bahkan, beberapa langsung dari penulisnya.

Konsep MIBARA juga telah diduplikasi oleh 7 komunitas literasi di 7 Kabuapten/Kota se Aceh. Selain itu, MIBARA telah 2 kali diangkat menjadi objek penelitian skripsi mahasiswa.

“Mei 2017, kita meraih juara pertama lomba pengelola pustaka tingkat provinsi Aceh yang hadiahnya umrah. Dua bulan berikutnya, kita mendapat peringkat ke 6 nasional dalam lomba serupa yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Terima kasih kepada semua sahabat yang telah bersaham dalam khidmah sederhana ini," pungkas Fadhil tersenyum.[]