MPU Aceh Gelar Eksistensi Peran Ulama dalam Pembangunan

"Peran ulama dalam pembangunan yang dimaksud di sini adalah pembangunan mental dan spiritual"

MPU Aceh Gelar Eksistensi Peran Ulama dalam Pembangunan

MPU Aceh Gelar Eksistensi Peran Ulama dalam Pembangunan

"Peran ulama dalam pembangunan yang dimaksud di sini adalah pembangunan mental dan spiritual"

Bener Meriah - Majelis Permusyaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh menggelar kegiatan eksistensi peran ulama dalam pembangunan daerah di Aula Sekdakab Kabupaten Bener Meriah, Senin 30 Julia 2018

Dalam laporannya Panitia penyelenggara Dr. Syukuri Bin Muhammad Yusuf, MA menyampaikan, kegiatan eksistensi peran ulama dalam pembangunan daerah akan dilaksanakan selama satu hari, dan di ikuti sebanyak 85 orang peserta.

"Kegiatan ini akan berlangsung selama satu hari yang diikuti 85 orang, di mana para peserta terdiri dari unsur ulama, umara, tokoh masyarakat, cendekiawan, dan beberapa pejabat Kabupaten Bener Meriah," kata Dr. Syukuri.

Menurutnya, peran ulama dalam pembangunan yang dimaksud di sini adalah pembangunan mental dan spiritual.

"Manusia tidak akan dapat merasakan kebahagiaan dalam kehidupan tanpa adanya mental dan spiritual yang bagus," tegasnya.

Dia juga menyampaikan, eksistensi dan peran ulama di Aceh sangatlah kuat, karena selain telah mendapat legitimasi sosialogis dalam perjalanan sejarah perjuangan masyarakat Aceh di masa lalu, juga kini telah mendapat legitimasi yuridis antara lain melalui UU nomor 44 tahun 1999 tentang penyelengaraan keistimewaan provinsi daetah istimewa Aceh, UU nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, Qanun Aceh nomor 2 tahun 2009 tentang majelis permusyawaratan ulama Aceh, Qanun nomor 9 tahun 2003 tentang hubungan tata kerja MPU.

"Tujuannya adalah meningkatkan peran ulama dalam pembangunan daerah, dan meningkatkan peran ulama dan umara dalam melindungi aqidah ahlak umat dalam memberikan masukan-masukan serta pertimbangan terhadap pembangunan negeri ini," jelasnya.

Hasil yang kita harapkan, kata Dr. Syukuri, guna meningkatkan koordinasi antara ulama dan umara dalam membangun daerah.

Sementara itu dalam sambutannya, Plt Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi mengatakan, Kabupaten Bener Meriah dari awal sanggat terbuka bagi ulama, santri untuk mengawal pembangunan.

"Kabupaten Bener Meriah dari awal sangat terbuka bagi para santri dalam hal pembangunan, di mana untuk saat ini di dewan perwakilan rakyat Kabupaten Bener Meriah ada 4 orang dari kalangan santri," tuturnya

Lebih lanjut Abuya Sarkawi menambakan, untuk itu  dalam kesempatan ini dirinya meminta do'a agar dalam mengambil keputusan dan kebijakan untuk membangun daerah ini selalu dalam koridor yang tepat.

"Kita sangat membuka ruang bagi ulama yang berperan membangun daerah ini," tegas Plt Bupati Bener Meriah itu.