MPU Bener Meriah Gelar Muzakarah Terkait Riba dan Rentenir

"Semoga ke depannya koperasi di Kabupaten Bener Meriah bebas dari riba dan rentenir."

MPU Bener Meriah Gelar Muzakarah Terkait Riba dan Rentenir

MPU Bener Meriah Gelar Muzakarah Terkait Riba dan Rentenir

"Semoga ke depannya koperasi di Kabupaten Bener Meriah bebas dari riba dan rentenir."

Bener Meriah - Guna untuk menghindari koperasi yang tergolong dari praktek riba"dan rentenir, Majelis Permusyaratan Ulama (MPU) Kabupaten Bener Meriah menggelar muzakarah keagamaan. Selasa 16 Oktober 2018 di Aula MPU setempat. 

Ketua Panitia kegiatan,Tgk. Drs Jaryadi menyampaikan, kegiatan muzakarah tentang praktek riba koperasi atau rentenir akan dilaksanakan selama dua hari, 16-17 Oktober 2018. 

"Untuk hari ini peserta berasal dari perwakilan Kecamatan Pintu Rime Gayo, Gajah Putih, Timang Gajah, Wih Pesam, dan Bukit. Sedangkan untuk besok peserta meliputi dari Kecamatan Bandar, Bener Kelipah, Permata, Mesidah, dan Syiah Utama.," jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala Sekretariat MPU Bener Meriah itu berharap, dengan dilaksanakan muzakarah yang pertama pada tahun 2018 ini semoga koperasi di Kabupaten Bener Meriah bebas dari riba dan rentenir. . 

Sementara itu dalam khutbah iftitahnya, Ketua MPU Bener Meriah Tgk Almuzani menyampaikan, dewasa ini koperasi atau sejenisnya yang tumbuh di kalangan masyarakat begitu membahayakan, karena kebanyakan koperasi hanya mengejar laba (keuntungan) yang besar. 

Dia mengaku selama ini sering menerima laporan terkait adanya praktek-praktek koperasi yang mengambil keuntungan  tergolong besar dari masyarakat sebagai nasabah koperasi tersebut. 

"Ironisnya, guna mendapatkan pinjaman modal, masyarakat di Kabupaten Bener Meriah tidak memperdulikan berapapun bunganya yang penting dapat pinjaman modal usaha," ujar Tgk. Almuzani. 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MPU Bener Meriah itu berharap ke depannya koperasi yang tumbuh adalah koperasi syar'iah dan mengantisipasi praktek riba dan rentenir.

Adapun yang materi dalam muzakarah tersebut adalah koperasi syar'iah, antisipasi riba dan rentenir menurut fikih islam (Tgk. Almuzani), kebijakan pembinaan dan pengawasan koperasi (Ibnu Umar) dan Kopersai menurut pandangan Islam (Tgk Pakamuddin, S. Sy).[]