Nazaruddin dan Suradji Fokuslah Membangun Sabang!

Misi ini sesungguhnya menjadi pertanda bahwa keduanya akan menjadikan pariwisata sebagai salah satu fokus pembangunan Sabang  ke depan.

Nazaruddin dan Suradji Fokuslah Membangun Sabang!
Pasangan Walikota Sabang Nazaruddin dan Wakil Walikota Drs H Suradji Junus, yang baru saja dilantik oleh Gubernur Irwandi Yusuf. Photo : Page Irwandi.

Nazaruddin dan Suradji Fokuslah Membangun Sabang!

Misi ini sesungguhnya menjadi pertanda bahwa keduanya akan menjadikan pariwisata sebagai salah satu fokus pembangunan Sabang  ke depan.

SELAMA satu dekade terakhir pembangunan pariwisata sabang telah menunjukkan hasil yang positif dalam hal  promosi, peningkatan arus kunjungan wisatawan dalam maupun luar negeri. Begitu pula dengan pertumbuhan usaha jasa pariwisata di bidang penginapan, restoran, dive shop, biro travel, rental kenderaan, usaha suvenir dan bisnis lainnya yang terkoneksi dengan pasar wisata Sabang terus menunjukkan trend peningkatan.

Perkembangan ini tentu saja telah mengubah wajah  Sabang dari destinasi yang biasa-biasa saja menjadi satu kumpulan industri pariwisata yang sedang beranjak dari siklus pengenalan kepada pasar ke  siklus pertumbuhan. Pada saat yang sama, pemerintah gampong juga telah memunculkan inisiatif untuk membangun  destinasi dan keunggulan wisata mereka.  Semua faktor ini merupakan satu indikasi bahwa kesadaran dan kepedulian pemerintah, pengusaha, aparatur gampong dan masyarakat Sabang untuk membangun destinasi wisata semakin tinggi.

Akan tetapi dibalik sinyal positif dan geliat inisiatif itu, ada sesuatu yang luput dari perhatian para pengambil kebijakan di Sabang selama ini, khususnya dalam aspek perumusan kebijakan, strategi dan perencanaan pariwisata. Proses pembangunan dan perkembangan pariwisata selama ini telah berjalan tanpa satu integrasi dan sinergi dalam mewujudkan visi yang sama.

Hal itu terlihat dari arah pengembangan pariwisata Sabang yang masih berkutat pada program rutinitas tahunan, tidak memiliki target dan sasaran yang terukur, inefisiensi, tidak efektif dan  bersifat jangka pendek.  Sehingga wajar saja jika kemudian kita tidak tahu  apa sebenarnya yang menjadi target pencapaian dalam pembangunan destinasi wisata Sabang selama 5-10 tahun terakhir.  Belum ada kalkulasi atau sekedar proyeksi sudah berapa banyak investasi  di sektor pariwisata yang mengalir ke Sabang, baik yang bersumber dari modal asing, swasta nasional maupun lokal.  

Kita juga tidak mendapatkan gambaran yang jelas tentang berapa banyak tenaga kerja yang terserap dan berapa potensi tenaga kerja yang dapat ditampung  dalam beberapa tahun ke depan, khususnya di sektor restoran dan perhotelan, pemandu wisata, usaha lainnya yang terkait dengan pariwisata.

Selanjutnya, perlu juga pengkalkulasian secara ril terhadap angka pertumbuhan hunian dan berapa jumlah hunian yang dibutuhkan selama lima tahun ke depan. Memang dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sabang telah mengkonfirmasi adanya kekurangan sekitar 1000 kamar untuk mengakomodir permintaan wisatawan ke depan, khususnya menjelang perhelatan even internasional Sail Sabang 2017.

Di samping itu,    permasalahan akses dan kemudahan transportasi laut dari dan ke sabang, yang selama kerap menjadi sorotan publik dan wisatawan  khususnya pada musim puncak kunjungan (peak season) seperti hari libur lebaran Idul Fitri, akhir tahun dan momen lainnya.  Sering sekali faktor transportasi ini acap  menimbulkan kekecewaan dan memperburuk citra Sabang sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia.

Berdasarkan argumentasi tersebut ada satu petunjuk yang dapat disimpulkan dari proses pembangunan pariwisata Sabang selama, bahwa pembangunannya terlihat belum dirancang dan dieksekusi dengan baik untuk memberikan dampak yang lebih komprehensif bagi kemajuan daerah. Atas dasar realitas itu pula, menurut saya  menjadi sangat urgen bagi publik untuk mempertanyakan ke mana destinasi wisata Sabang ini akan di bawa lima tahun ke depan. 

Kini di bawah kepemimpinan pasangan Walikota Nazaruddin dan Wakil Walikota Drs H Suradji Junus, yang baru saja dilantik oleh Gubernur Irwandi Yusuf, masyarakat berharap banyak keduanya mampu mentransformasi Sabang lima tahun ke depan menjadi lebih baik dengan menerapkan prioritas dan fokus pada pembangunan berdasarkan keunggulan yang dimiliki daerah ini.  

Pasangan Nazaruddi-Suradji sebenarnya juga mengusung misi pembangunan pariwisata berbasis maritim pada prosesi Pilkada Kota Sabang yang lalu.  Misi ini sesungguhnya menjadi pertanda bahwa keduanya akan menjadikan pariwisata sebagai salah satu fokus pembangunan Sabang  ke depan. Tetapi komitmen dan fokus mereka dalam merealisasikan visi dan misinya itu segera dihadapkan pada ujian yang nyata.

Ujian pertama mereka adalah mampukah keduanya menjadikan  sektor pariwisata sebagai fokus dan prioritas selama lima tahun ke depan. Bahkan dalam waktu dekat, keduanya dituntut untuk mampu mengkoordinir seluruh potensi yang ada di Sabang dalam rangka menyukseskan even internasional Sail Sabang 2017. Jika even ini sukses, keduanya akan mendapatkan kredit poin sukses dalam 100 hari pertama. 

Penetapan fokus dan prioritas pada sektor pariwisata  perlu dibuktikan dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang pro pada pengembangan pariwisata. Seluruh SKPK terkait harus dilibatkan dan diintegrasikan dalam pengembangan destinasi wisata Sabang dengan tentunya mengacu pada satu rencana strategis yang dapat melingkupi berbagai potensi wisata yang ada di daerah ini. Patut diapresiasi bahwa BPKS telah memberikan dukungan dengan penyiapan draft Master Plan Pariwisata Sabang yang perlu segera dibahas dan dilegislasikan menjadi rujukan utama dalam pengembangan pariwisata Sabang.

Kedua, ujian berikutnya adalah mampukah NASU merumuskan kebijakan pembangunan pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan upaya perlindungan terhadap keanekaragamanhayati (biodiversity), dan penyelamatan lingkungan, sehingga potensi alam yang dimiliki akan terus dapat dinikmati keindahannya oleh wisatawan dan tentunya masyarakat. Dalam dalam jangka panjang dapat memberi keuntungan materi dan ekologis bagi masyarakat dan destinasi wisata Sabang.

Yang patut diantisipasi adalah dorongan kepentingan jangka pendek dalam mengakselerasi proyek-proyek fisik sering kali memiliki konsekwensi negatif terhadap upaya proteksi lingkungan. Kegiatan penambangan material, pengerukan batu gunung dan penebangan pohon yang tidak mengindahkan aspek lingkungan tentu saja sangat merugikan secara ekologis, meski memang secara jangka pendek memberi keuntungan finasial kepada pihak-pihak tertentu.

Kemudian,  Nazaruddin-Suradji juga akan diuji kredibilitasnya dalam penempatan figur Kepala SKPK yang terkait dengan urusan kepariwisataan. Figur yang dipilih harus memiliki kompetensi dalam bidang pengembangan pariwisata, punya konsep dan visi kepariwisataan yang jelas dan mampu menjadi komunikator yang baik dengan stakeholder dan lembaga-lembaga terkait baik di dalam maupun luar negeri.

Figur seperti ini akan mampu mengorganisir berbagai potensi dan peluang  dan menjawab berbagai permasalahan yang  ada untuk kemajuan destinasi wisata Sabang selama lima tahun ke depan.  Bahkan ke depan, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan SKPK terkait perlu diberi target pencapaian yang terukur dan realistis untuk direalisasikan.

Misalnya (1) mereka perlu perlu diberi target untuk meningkatkan persentase penerimaan daerah dengan nominal atau persentase yang realistis, (2) peningkatan jumlah investasi (dalam negeri maupun asing), skema kerjasama pemerintah dengan swasta, dan (3) penetapan target jumlah tenaga kerja yang akan ditampung di sektor pariwisata selama lima tahun ke depan. Target ini perlu  dimonitor dan dievaluasi setiap tahunnya untuk memastikan bahwa seluruh Kepala SKPK telah bekerja untuk meraih target dan tujuan yang telah diberikan dan berada di atas jalur menuju pencapaian visi dan misi pasangan Nazaruddin dan Suradji Yunus.

Ujian lainnya adalah dalam hal membangun sinergi dengan DPRK Sabang guna  memastikan bahwa komitmen menjadikan  pariwisata sebagai fokus pembangunan selama lima tahun ke depan dapat dijalankan secara konsisten dan mendapatkan dukungan penuh. Dukungan ini baik dalam bentuk keberpihakan dalam proses pembuatan kebijakan pro-pembanguna pariwisata dan  pengalokasian anggaran yang terfokus pada pembangunan pariwisata sebagai strategi pembangunan ekonomi Sabang.

Dan yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana memaksimalkan dukungan forum pimpinan daerah, pelaku usaha pariwisata dan tentunya dukungan masyarakat Sabang terhadap pemerintahan Nazaruddin dan Suradji dalam lima tahun ke depan. Strategi untuk mendapatkan dukungan masyarakat tentu dapat diraih dengan misalnya memberikan perhatian pada aspek pembangunan wisata berbasis gampong. Adanya inisiatif kecuhik dan aparatur pemerintah gampong dalam mengembangkan pariwisata tidak hanya patut diapresiasi tetapi perlu dukungan baik dalam bentuk kebijakan, asistensi maupun anggaran.

Hasil yang diharapkan dari pembangun pariwisata berbasis gampong ini adalah untuk memberikan manfaat secara ekonomi dari sector pariwisata bagi seluruh masyarakat Sabang. Untuk itu, seluruh potensi wisata gampong yang ada saat ini perlu diintegrasikan ke dalam pasar wisata Sabang, sehingga dapat diakses oleh setiap wisatawan. Masyarakat perlu terus didorong untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM) baik dalam bentuk penjualan produk maupun jasa yang dapat menarik minat wisatawan.

Akhirnya, kesuksesan Pemerintah Kota Sabang di era Nazaruddin dan Suradji Junus selama lima tahun ke depan bakal ditentukan oleh kemampuan mereka dalam memilih prioritas dan fokus dalam merencanakan dan menjalankan pembangunan di Pulau Weh. Jika keduanya fokus dan konsisten dengan visi dan misinya serta disiplin dalam mengevaluasi dan memonitor pencapaian target pembangunan,  maka bukan tidak mungkin kedua putera Sabang ini akan mampu menorehkan satu catatan prestasi terbaik dalam sejarah pembangunan Kota Sabang, di mana kemajuan kotanya sejalan dengan peningkatan kesejahteraan warganya.  Jadi, fokuslah membangun Sabang.[]

Ferdi Nazirun Sijabat, S.E.,MSc.Mgt adalah Redaktur Bisnis di www.acehnews.co dan Dosen Program Studi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES) Banda Aceh.