Namun air yang tumpah tidak selalu karena alasan alamiah, melainkan karena ada goncangan lain yang baik disadari atau tidak.

Ngop
ilustrasi I style.tribunnews

Namun air yang tumpah tidak selalu karena alasan alamiah, melainkan karena ada goncangan lain yang baik disadari atau tidak.

IBARAT sebuah gelas yang hanya menampung jumlah air terbatas, seyogianya demikian dengan manusia. Bergerak sesuai dengan kemampuan. Sebuah gelas, ketika diisi juga, maka airnya akan tumpah seberapa besar ia dimasukkan. Air yang keluar biasanya tidak jauh berbeda dari air yang dimasukkan.

Fenomena ini mirip seperti orang yang sedang berada dalam sebuah kolam yang penuh air. Orang tersebut tidak cukup ilmu untuk berenang. Namun pada saat yang sama, kakinya tidak bisa menyentuh dasar kolam.

Orang yang ingin mengatakan sesuatu yang akan bermanfaat bagi orang lain, harus diselaraskan dengan yang masuk. Mengeluarkan tidak boleh lebih dari yang dimasukkan, karena kelebihan dari bukan sesuatu sebagai kemampuan, maka yang dikeluarkan itu mirip kata pepatah, lebih besar pasak dari tiang. Namun air yang tumpah tidak selalu karena alasan alamiah, melainkan karena ada goncangan lain yang baik disadari atau tidak, menyebabkan air yang di dalam gelas menjadi tumpah keluar.

Atas dasar itu, suara yang bijak sangat dibutuhkan. Sayangnya ia tidak selalu keluar selalu layaknya dalam suasana normal. Kata sesuatu bisa jadi muncul dalam suasana yang tidak pada taraf nyaman. Bisa jadi berbagai faktor sedang menyelimuti, yang menyebabkan orang-orang tidak bisa mengontrol dirinya dengan sempurna. Apa yang diungkapkan pada akhirnya tidak lebih keluar dari kondisi yang tidak sempurna itu.

Sebuah forum tukar pendapat, dan semacamnya, selalu muncul orang-orang yang tidak bisa mengontrol diri. Ketika berbicara, tidak memahami bahwa forum itu mesti memberi waktu juga kepada orang lain. Di samping itu, mengenai fokus yang dibicarakan, kadang-kadang dibicarakan bahkan untuk hal yang di luar konteks. Paling banyak adalah mereka yang tidak memahami masalah, namun memaksakan diri turut berbicara.

Membaca sejumlah artikel psikologis, orang-orang yang ingin selalu mendapatkan panggung lumrah saja terjadi dalam kehidupan manusia. Orang menggunakan panggung begitu ia dapatkan, dengan penonton yang begitu sumringah. Apalagi jika para penonton itu memberi tepuk tangan secara teratur. Pada posisi inilah, seseorang kerap mengungkapkan hal-hal yang sesungguhnya bukan dari dirinya (kon haba droe). Apa yang diungkapkan lebih karena mengikuti perasaan ganjil, akibat tidak bisa mengontrol diri dalam posisi yang mendapat gemuruh.

Implikasi secara langsung yang tidak taat dalam menggunakan ilmu. Seseorang ketika pada posisi mendapatkan panggung, merasa hanya dirinya saja yang patut didengar, orang lain tidak. Sehingga kalau pengontrol acara menyebut tiga atau lima menit, orang-orang yang tidak mampu mengontrol diri akan menyebut 15 menit sangat sedikit baginya. Padahal tidak jarang, dalam kesempatan tertentu, banyak orang lain juga harus didengar pemikirannya.

Orang-orang pandai pun tidak luput dari membicarakan hal-hal yang seharusnya bukan konteks. Turut membicarakan hal yang seharusnya tidak pada tempatnya. Ada tempat tertentu untuk membicarakan hal tertentu. Tidak semua tempat cocok apa yang ingin disampaikan. Ketika mengungkapkan hal yang tidak pada tempatnya, posisi demikian sudah menempatkan kita pada posisi egois.

Siapa pun yang berbicara harus selalu mendengar konteks, agar apa yang disampaikan dengan kesiapan orang mendengarnya menjadi searah dan selaras. Tidak memasukkan menyambung kabel listrik dengan kabel plastik, karena tujuan kedua kabel akan berbeda. Itulah perlu memahami dulu apa yang sedang terjadi.

Catatan terakhir adalah tidak berbicara jika memang tidak memahami masalah. Tidak memaksanakan kehendak, walau pendukung banyak yang menepuk tangan gemuruh. Orang yang tidak memahami masalah, lalu memaksanakan diri untuk berbicara, akan menimbulkan implikasi yang tidak baik. Orang-orang yang tidak memahami masalah, akan semakin kacau dalam memahami masalah yang ingin didengar dan mendapatkan pengetahuan.[]