Nova Ajak Kepala SKPA Hentikan Rapat Saat Azan

"Saya optimis dengan menjaga shalat maka kita akan disiplin, baik disiplin di rumah tangga, tempat kerja dan disiplin serta amanah ketika berinteraksi dengan sesama manusia"

Nova Ajak Kepala SKPA Hentikan Rapat Saat Azan
Wagub Aceh, Nova Iriansyah memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang di pusatkan di Masjid Raya Baiturrahman, Kamis malam, 30 November 2017. (Foto: Humas Aceh)

Nova Ajak Kepala SKPA Hentikan Rapat Saat Azan

"Saya optimis dengan menjaga shalat maka kita akan disiplin, baik disiplin di rumah tangga, tempat kerja dan disiplin serta amanah ketika berinteraksi dengan sesama manusia"

Banda Aceh - Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Nova Iriansyah berpesan kepada para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) agar melaksanakan shalat secara berjamaah dan menghentikan kegiatan rapat ketika adzan berkumandang.

“Segera menuju ke rumah Allah untuk melaksanakan kewajiban yang telah di fardhukan secara berjamaah. Saya optimis dengan menjaga shalat maka kita akan disiplin, baik disiplin di rumah tangga, tempat kerja dan disiplin serta amanah ketika berinteraksi dengan sesama manusia,” katanya.

Penegasan tersebut disampaikan Wagub sambutannya pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang di pusatkan di Masjid Raya Baiturrahman, Kamis malam, 30 November 2017.

“Kalau dalam beribadah kepada Allah, seakan-akan kita melihat Allah, kalau tidak, paling kurang kita meyakini bahwa Allah melihat kita. Begitu juga dalam kita bekerja sebagai abdi negara, seharusnya kita menyadari bahwa Allah selalu memantau dan mengawasi kita,” tegasnya.

Dengan merasa diawasi, ujar Wagub, kita tentu akan mempersembahkan kinerja yang baik sehingga akan dinilai baik oleh Allah dan masyarakat serta menjauhkan diri dari sifat-sifat yang tercela dan praktek yang menyimpang.

Sementara itu, Ustadz Yusuf Mansyur dalam ceramah Maulid mengajak para hadiri untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dan Rasulullah, dengan selalu menghadirkan rasa diawasi oleh Allah dan ditemani oleh Rasulullah.

“Menghadirkan rasa dekat dengan Rasulullah akan membuat kita benar-benar merasa diawasi. Hal ini tentu akan membuat kita merasa takut dan malu ketika akan melakukan perbuatan maksiat dan menyimpang,” ajaknya.[]