Nova: BPR Mustaqim Harus Bantu UMKM

“Segmen BPR memang untuk rakyat kecil, jangan melulu cari untung, fungsi sosialnya harus diutamakan"

Nova: BPR Mustaqim Harus Bantu UMKM
Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menerima kunjungan Direksi BPR Mustaqim Suka Makmur, di ruang rapat Meuligoe Wagub, Kamis (1/2/208). [Foto: Humas Aceh]

Nova: BPR Mustaqim Harus Bantu UMKM

“Segmen BPR memang untuk rakyat kecil, jangan melulu cari untung, fungsi sosialnya harus diutamakan"

Banda Aceh – Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Aceh, keberadaan Bank Prekreditan Rakyat (BPR) Mustaqim Suka Makmur harus sesuai dengan tujuan didirikan, yaitu hadir di tengah  masyarakat yang membutuhkan, yaitu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah kepada Direksi BPR Mustaqim Suka Makmur, di ruang rapat Meuligoe Wagub, Kamis 1 Februari 2018.

“Segmen BPR memang untuk rakyat kecil, jangan melulu cari untung, fungsi sosialnya harus diutamakan. Jadi, kalau nantinya Pemerintah Aceh selaku pemegang amanat rakyat membantu penyertaan modal kepada PD BPR Mustaqim, maka dana tersebut harus disalurkan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.

Nova meyakini, jika tujuan tersebut mampu dicapai, maka praktik lintah darat yang masih berkembang di tengah masyarakat akan terus tergerus. Di sisi lain, kehadiran BPR Mustaqim di tengah masyarakat juga akan sangat mendukung program Pemerintahan Irwandi-Nova, yaitu Aceh Troe, Aceh Kaya dan Aceh Kreatif.

Sementara itu, Sri Hartati selaku Direktur Utama BPR Mustaqim menjelaskan, saat ini BPR Mustaqim memiliki program Kredit Agribisnis yang khusus menyasar para petani.

Mengemban tugas sebagai penggerak roda Perusahaan Daerah milik Pemerintah Aceh yang bergerak di bidang perbankan khususnya sektor mikro, Sri Hartati mengungkapkan, bahwa Bank Mustaqim telah melalui tahun 2017 dengan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk diketahui bersama, total penyaluran kredit sepanjang tahun 2017 adalah sebesar Rp75 milyar, dengan outstanding kredit sampai dengan Desember 2017 sebesar 96,5 milyar, yang fokus pada penyaluran modal kerja, investasi, kelompok pertanian, program pasar rakyat serta konsumsi di seluruh Aceh.

Saat ini, Bank Mustaqim memiliki 23 jaringan kantor yang telah beroperasi secara online dan tersebar hampir di seluruh wilayah kabupaten/kota se-Aceh, dengan total Nasabah saat ini diatas 57 ribu nasabah, dengan total debitur diatas 6 ribu orang.

Kredit yang telah disalurkan hampir 100% pada sektor rill, berdasarkan sektor ekonomi pada sektor perdagangan sebesar 56,31 persen, pertanian 19,82 persen, jasa-jasa 12,62 persen, rumah tangga 9,33 persen, perindustrian 1,19 persen, dan sektor lainnya sebesar 0,72 persen.

Aset Bank Mustaqim sampai dengan Desember 2017 adalah sebesar Rp158 milyar, Modal disetor (Pemerintah Aceh) sebesar Rp 72 milyar, Tabungan sebesar Rp30 milyar, Deposito sebesar Rp40 milyar, simpanan bank lain sebesar Rp13 milyar, serta Laba sebelum pajak sebesar Rp 3,4 milyar.[]