Pasang Purnama di Pidie Lima Rumah Ambruk, Belasan Lainnya Terancam Abrasi

“Jika abrasi tidak cepat ditangani dikhawatirkan semakin parah dan akan terus meluas digerus pasang purnama,”

Pasang Purnama di Pidie Lima Rumah Ambruk, Belasan Lainnya Terancam Abrasi
Rumah warga ambruk digerus abrasi di Gampong Geunteng Barat, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, Senin 4 Desember 2017. |Foto: acehnews.co

Pasang Purnama di Pidie Lima Rumah Ambruk, Belasan Lainnya Terancam Abrasi

“Jika abrasi tidak cepat ditangani dikhawatirkan semakin parah dan akan terus meluas digerus pasang purnama,”

Pidie - Sebanyak lima unit rumah warga Gampong Geunteng Barat, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, ambruk disapu pasang purnama. Sementara belasan rumah lainnya yang berada di pesisir pantai Kuala Batee terancam abrasi setelah pasang purnama melanda kawasan itu. Senin 4 Desember 2017.

Keuchik Gampong Geunteng Barat, Saiful Azmi menyebutkan, warga setempat sebelumnya sudah berupaya menangani abrasi secara manual dengan cara menancapkan bambu di bibir pantai, namun pasang purnama turut membawa bambu penahan tersebut.

Baca juga: Ibu Kota Terendam, Bupati Aceh Utara Nyatakan Darurat Banjir

“Jika abrasi tidak cepat ditangani dikhawatirkan semakin parah dan akan terus meluas digerus pasang purnama,” ujarnya.

Adapun kelima rumah yang hancur diterjang pasang purnama tersebut adalah milik Nurdin (38), Refail (35), Muluddin (25), Hasbullah (60) dan Abubakar (30).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Apriadi mengatakan, abrasi di gampong Geunteng Barat sudah mulia terlihat sejak awal september lalu yang ditandai dengan perpindahan mulut muara Kuala Batee. Saat itu, BPBD juga telah menurunkan satu unit escavator untuk mengembalikan mulut muara ke tempat semula.

Baca juga: Sedang Membersihkan Kapal, Nelayan Kembang Tanjong Tewas di Kuala Tari

“Hantaman gelombang pasang purnama telah terjadinya pergeseran mulut kuala, dan sejak beberapa hari terakhir telah mengancam pemukiman penduduk,” ujarnya

Apriadi menyebutkan pihaknya kini sedang berupaya melakukan penanggulangan bencana abrasi pantai di daerah tersebut dan telah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bancana Aceh.[]