Pascasarjana UIN Ar-Raniry Yudisium 6 Doktor dan 64 Magister

Sampai saat ini Pascasarjana UIN Ar-Ranirytelah meluluskan 1.606 alumni

Pascasarjana UIN Ar-Raniry Yudisium 6 Doktor dan 64 Magister
Yudisium FISIP UIN Ar-Raniry

Pascasarjana UIN Ar-Raniry Yudisium 6 Doktor dan 64 Magister

Sampai saat ini Pascasarjana UIN Ar-Ranirytelah meluluskan 1.606 alumni

Banda Aceh - Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali meluluskan 70 alumni, yang terdiri dari enam doktor (S3) dan 64 magister (S2), Yudisium Semester Genap T.A 2017/2017 tersebut digelar di Aula Lantai 3 Gedung Pascasarjana kampus setempat, Senin 20 Agutus 2018.

Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Agusni Yahya, MA menyebutkan bahwa Pascasarjana UIN Ar-Raniry tahun 2018 ini kembali meluluskan 70 alumni, enam orang doktor lulus dengan predikat cumlaude satu orang dan sangat baik lima orang, sementara untuk 64 orang magister, mereka lulus dengan predikat sangat baik berjumlah 63 (98,4 persen) dan hanya satu orang yang lulus dengan predikat baik.

“Mereka yang lulus doktor yakni lima orang dari prodi Pendidikan Agama Islam dan satu orang dari prodi Fiqh Modern. Yang lulus program magister terdiri dari Konsentrasi Fiqh Modern 7 orang, PAI 23 orang, Pemikiran Dalam Islam 3 orang, Pendidikan Bahasa Arab 7 orang, Ilmu Dakwah 9 orang, Ekonomi Islam 10 orang dan Sejarah Tamaddun Islam 5 orang,” kata Wadir.

Agusni menyebutkan, dengan bertambah 70 alumni, maka Pascasarjana UIN Ar-Raniry sampai saat ini telah meluluskan 1.606 alumni, terdiri dari 88 doktor dan 1.518 magister.

Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. H. Mukhsin Nyak Umar, MA mengatakan bahwa yudisium merupakan pengukuhan kelulusan seorang mahasiswa yang dianggap telah memnuhi syarat kelulusan pada suatu program studi baik ditingkat doktor maupun magister, semoga ilmu yang telah diperoleh selama dibangku kuliah dapat dipraktikkan pada lembaga atau tempat pengabdiannya.

“Menjadi seorang doktor atau magister di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam tentu juga harus menjaga nilai-nilai dasar keislaman, karena sunggu aneh jika sesorang menyandang gelar doktor atau magister tapi tidak menguasai dan mengamalkan ilmu yang telah dituntut,” ujarnya.

Direktur mengaingatkan kepada para alumni, mari budayakan belajar sepanjang hayat, walau sudah doktor bukan pertanda sudah selesai belajar, masih banyak yang harus diasah dan didalami lagi ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini, apalagi kita sudah memasuki era revolusi industri 4.0, yakni revolusi industri dunia ke empat di mana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia.

Ditambahkan, tantangan revolusi industri 4.0 harus direspon secara cepat dan tepat oleh seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Pendidikan Tinggi, khususnya di UIN Ar-Raniry terus berupaya meningkatkan daya saing ditengah persaingan global seperti saat ini. 

FISIP UIN Ar-Raniry Gelar Yudisium Perdana

Sementara itu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry untuk pertama kalinya menggelar yudisium bagi alumninya, ini merupakan yudisium perdana dengan meluluskan 25 sarjana strata satu (S1), yudisium tersebut dilaksanakan, Senin (20/8/2018) di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat Kampus UIN Ar-Raniry Darussalam.

Wakil Dekan bidang Akademik dan Kelembagaan, Muhammad Thalal, Lc, M.Si., M.Ed selaku kuasa Dekan FISIP UIN Ar-Raniry mengatakan, yudisium ini merupakan yang perdana sejak FISIP didirikan sejak April 2014 silam, setelah alih status IAIN menjadi UIN Ar-Raniry pada tahun 2013.

“FISIP memiliki dua prodi, yakni Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Politik, Alhmadulillah walaupun belum ada alumni, FISIP telah mendapat akreditasi “B”, kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan terdahulu, kami menargetkan untuk memperoleh akreditasi “A” di masa mendatang,” ujarnya.

Ditambahkan, yudisium ini merupakan pengukuhan bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh kewajiban akademik, oleh karena itu kepada mereka berhak memakai gelar akademik sarjana administrasi publik (S.AP) bagi lulusan IAN dan sarjana ilmu politik (S.IP) bagi lulusan ilmu politik.

Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Ade Irma, B.H.Sc., M.A dalam laporan panitia menyebutkan, yudisium perdana FISIP UIN Ar-Raniry berhasil meluluskan 16 sarjana strata satu (S1), dengan rincian 9 orang dari prodi Aministrasi Negara dan 7 orang dari prodi Ilmu Politik.

Ditambahkan, tahun perdana FISIP berhasil meluluskan 8 laki-laki dan 8 perempuan, dengan yudisium predikat istimewa 6 orang dan baik sekali 10 orang, dua di antaranya memperoleh predikat cumlaude, dan mereka dapat menyelesaikan studinya delapan semester berjumlah 16 orang.

Ade Irma menambahkan, Yudisium perdana ini merupakan sejarah bagi baik FISIP UIN Ar-Raniry maupun bagi para alumni yang berhasil menjadi mahasiswa pertama yang mengikuti sidang munaqasyah di FISIP, semoga ilmu yang telah diperoleh studinya dapat bermanfaat bagi Agama, nusa, Bangsa serta bagi diri sendiri dan keluarga.