Pelaku Hipnotis Berjubah Berkeliaran, Waspada!

Saat beraksi, pelaku gemdam bermobil itu berjumlah empat hingga lima orang.

Pelaku Hipnotis Berjubah Berkeliaran, Waspada!

Pelaku Hipnotis Berjubah Berkeliaran, Waspada!

Saat beraksi, pelaku gemdam bermobil itu berjumlah empat hingga lima orang.

Acehnews - Pelaku hipnotis alias gendam yang menyaru sebagai kiai, belakangan ini terindikasi berkeliaran mencari mangsa di Ngawi, Jatim.

Sukini, 55, warga warga Desa Macanan Kecamatan Jogorogo, Ngawi sudah menjadi korban.

Perhiasan emas seberat 20 gram milik korban digondol komplotan itu hari Minggu (10/12), sekitar pukul 10.00. TKP berada di pinggir jalan raya Jogorogo-Kendal.

Informasinya, komplotan itu naik mobil Toyota Agya berkelir putih. Salah satu pelaku mengenakan jubah putih dan serban.

Modusnya, satu pelaku turun menanyakan jalan arah ke Ngrambe ke korban. Setelah itu, dalam pengaruh gendam korban diajak masuk ke dalam mobil.

’’Mau dikasih doa,’’ ucap Kapolsek Jogorogo AKP Budi Cahyono.

Dia mengatakan, dari pengakuan korban, doa itu diberikan oleh seorang pria yang menyaru sebagai kiai. Sukini lantas diberikan lipatan tisu berisi tiga keping koin Rp 500. Mendadak Sukini linglung.

Perhiasan emas seberat 20 gram miliknya diserahkan begitu saja. Terdiri dari kalung emas 15 gram dan cincin 5 gram. ’’Setelah itu korban diturunkan,’’ imbuhnya.

Setelah diturunkan, Sukini baru tersadar. Perhiasan emas miliknya raib. Sukini lantas memberitahukan kejadian yang dialaminya ke kerabatnya.

Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Jogorogo. Petugas selanjutnya meminta keterangan terhadap korban. ’’Setelah mendapatkan laporan langsung kami dalami keterangan korban,’’ bebernya.

Saat beraksi, pelaku gemdam bermobil itu berjumlah empat hingga lima orang. Perwira dengan tiga balok di pundak itu mengatakan, jika saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku.

Melihat aksi tersebut, diperkiraan pelaku merupakan komplotan spesialis gendam. Sebab, aksi yang dilakukan sudah terpola dan rapi. Pelaku sudah menentukan sasaran dan waktu beraksi dengan dalih bertanya arah.

Mereka selanjutnya beraksi setelah merasa aksinya aman. ’’Kalau lihat korban bawa perhiasan dan sendiri, baru melancarkan aksi gendam. Makanya hati-hati terutama para ibu yang biasa mengenakan perhiasan emas,’’ tuturnya.[] jpnn.com