Pemda dan DPRK Diminta Fokus Tingkatkan Kualitas RSUD Muyang Kute

Berdasarkan data yang dia miliki, ternyata RSUD Muyang Kute juga belum memiliki ruang rawat saraf, ruang rawat mata, ruang rawat THT, dan ruang intensif PICU. 

Pemda dan DPRK Diminta Fokus Tingkatkan Kualitas RSUD Muyang Kute

Pemda dan DPRK Diminta Fokus Tingkatkan Kualitas RSUD Muyang Kute

Berdasarkan data yang dia miliki, ternyata RSUD Muyang Kute juga belum memiliki ruang rawat saraf, ruang rawat mata, ruang rawat THT, dan ruang intensif PICU. 

Bener Meriah -  Politisi Partai Aceh (PA) Kabupaten Bener Meriah, Yuzmuha meminta Pemerintah Daerah dan DPRK Bener Meriah untuk fokus mengurus aspek kesehatan masyarakat yang dinilai masih minim fasilitas dan pelayanan.

Di samping itu dia juga menilai alat lama yang digunakan RSUD tersebut sering rusak seperti ronsen, USG , alat-alat bayi, inkubator, cipep, alat labor, serta instilasi listrik sering konselet dan instalasi air yang sering tersumbat.

Yuzmuha juga mengingatkan Pemerintah dan DPRK untuk terus bersinergi mencari solusi, mengatasi berbagai persoalan yang terjadi di RSUD Muyang Kute Kabupaten Bener Meriah.

"Saya merasa prihatin dan mengkhawatirkan kondisi pasien yang dirawat saat ini, yang datang dari berbagai penjuru desa di kabupaten Bener Meriah ," katanya, Kamis 8 November 2018.

Berdasarkan data yang dia miliki, ternyata RSUD Muyang Kute juga belum memiliki ruang rawat saraf, ruang rawat mata, ruang rawat THT, dan ruang intensif PICU. 

"Kita belum tau pasti, apakah Pemerintah dan DPRK sudah mempunyai rencana strategis atau belum, yang jelas sejauh ini Kita semua tau bahwa kualitas dan pelayanan kesehatan di sini masih minim," tuturnya. 

Yuzmuha meminta Dinas Kesehatan dan Direktur Rumah Sakit Muyang Kute Bener Meriah dapat berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) beserta DPRK untuk melakukan pendataan dan bersinergi memaksimalkan program meningkatkan kualitas mutu dan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas kesehatan Pemerintah Daerah perlu memiliki perhatian besar terhadap peningkatan dana upgrade SDM, pelatihan dokter subspesialis, spesialis thp II, dokter umum (ACLS/ ATLS), dan pelatihan perawat.

"Salah satu upaya peningkatan mutu dan profesionalisme tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit, maka diperlukan suatu pendidikan dan pelatihan, guna meningkatkan kinerja dan meningkatkan pelayanan prima di rumah sakit," jelasnya.

"Untuk menentukan pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan oleh rumah sakit bukanlah suatu hal yang mudah. Untuk itu perlu dilaksanakan pertemuan guna pengkajian kebutuhan pelatihan bagi tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit. Mengacu kepada permenkes nomor 1144/ Menkes /Per/ VIII/ 2010. Di lingkungan Badan PPSDM Kesehatan ada dua pusat yang menangani pelatihan yaitu : Pusdiklat Tenaga Kesehatan dan Pusdiklat Aparatur. Pemda daerah juga perlu pemantauan dan peninjauan undangan undang nomor 20 tahun 2013 tentang pendidikan kedokteran," papar Yuzmuha. 

"Pembangunan dan pengembangan fasilitas kesehatan ini penting agar akreditasinya bisa meningkat dari tipe C menjadi tipe B," ungkanya.

Yuzmuha Menilai Kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar (basic needs) manusia, menjadi salah satu perhatian bagi setiap pemerintahan di dunia. Karenanya di tingkat global, kebijakan di bidang kesehatan menjadi perhatian utama terutama oleh PBB. Sebagai pengejawantahan hal tersebut, maka isu kesehatan menjadi salah satu indikator dalam pembangunan manusia.

"Pada tingkatan yang lebih teknis, penerapan kebijakan kesehatan ditunjukan dalam berbagai hal. Mulai dari penyiapan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan dan yang paling utama adalah soal anggaran. Besarnya anggaran kesehatan bagi masyarakat menjadi salah satu indikator perhatian yang diberikan oleh pemerintah di bidang kesehatan," tutup Politisi PA itu.[]