Pemerintah Aceh Apresiasi Heroisme Warga untuk Selamatkan Paus

Pemerintah Aceh Apresiasi Heroisme Warga untuk Selamatkan Paus
Kawanan ikan paus yang terdampar di Pantai Ujong Kareng, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Senin 13 November 2017. (Foto: Hendri)

Pemerintah Aceh Apresiasi Heroisme Warga untuk Selamatkan Paus

Banda Aceh - Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada warga Aceh yang bahu-membahu membantu menyelamatkan sejumlah 10 ekor paus sperma yang terdampar di Pantai Ujong Kareung, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, pada Senin (13/11/2017).

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin mengatakan, semangat warga tersebut merupakan kearifan lokal yang patut dipertahankan dalam menjaga dan melindungi ekosistem dan lingkungan, terutama dalam memelihara habitat hewan yang dilindungi. 

"Masyarakat dan sejumlah pakar ikut bekerja keras dalam menyelamatkan paus yang terdampar tanpa mengenal pamrih, ini patut diapresiasi," ujar Mulyadi Nurdin, Selasa 14 November 2017.

Dia menyebutkan, upaya penyelamatan yang dilakukan relawan dan masyarakat setempat setidaknya berhasil menyelamatkan enam dari sepuluh paus yang terdampar di pantai tersebut. Sedangkan empat lainnya tidak berhasil diselamatkan karena diduga sakit.

“Meskipun setelah dilakukan berbagai upaya untuk menyelamatkannya, beberapa ekor ikan paus itu mati, namun heroisme masyarakat bersama relawan untuk menolong sangat layak kita sanjung,” ujarnya. 

Mulyadi berharap, empat paus yang mati tersebut segera bisa diambil langkah-langkah seperti menguburan atau cara lain, sehingga tidak menimbulkan bau busuk.

"Paus Sperma merupakan makhluk/satwa yang dilindungi berdasarkan PP No 7 Tahun 1999 tentang Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Penangkapan paus untuk dimanfaatkan dagingnya, baik dalam keadaan hidup maupun mati serta dalam bentuk bagian-bagiannya, sama sekali tidak diperbolehkan," jelasnya.[]