Pemerintahan Irwandi Jangan Sampai Kompromi dan Mengambil Kabinet Abu Doto

Teuku Kemal Fasya (Ketua Unit Jaminan Mutu Antropologi Fisip Universitas Malikussaleh dan Dewan Pakar NU Aceh)

Pemerintahan Irwandi Jangan Sampai Kompromi dan Mengambil Kabinet Abu Doto
Teuku Kemal Fasya Photo: GoAceh

Pemerintahan Irwandi Jangan Sampai Kompromi dan Mengambil Kabinet Abu Doto

Teuku Kemal Fasya (Ketua Unit Jaminan Mutu Antropologi Fisip Universitas Malikussaleh dan Dewan Pakar NU Aceh)

TERUS  berkegiatan sejak Aceh masih dirundung konflik dan sampai saat ini setelah 12 tahun damai Aceh, Teuku Kemal Fasya adalah lentera bagi generasi muda Aceh. Terutama bagi upayanya yang tak pernah henti untuk mengajak kita semua melihat fenomena disekitar kita dengan pendekatan ilmu pengetahuan dan empirisme.

Saya kira tak berlebihan untuk mengatakan bahwa Teuku Kemal Fasya adalah akademisi muda Aceh yang paling prouktif menuliskan ide dan pendapatnya dalam bentuk opini diberbagai media baik lokal dan nasional.

Untuk prestasinya ini Kemal layak diacungi jempol. Fikiran–fikirannya yang lugas dan bernas selalu setia menyikapi perubahan dan dinamisnya dunia sosial politik  Aceh dan Indonesia.

Ayah tiga orang anak ini, adalah pribadi yang ramah suka berbagi ide, namun tak jarang pula berani berbeda pandangan dengan khalayak ramai. Sebuah kebanggaan acehnews.co di rubrik wawancara perdana ini menghadirkan bincang singkat bersama Teuku Kemal Fasya. Berikut bincang-bincang singkat redaktur wawancara acehnews.co Sri Wahyuni bersama Teuku Kemal Fasya, selamat membaca:

 

Apa pandangan anda di awal pemerintahan gubernur Irwandi-Nova Iriansyah, apayang harus segera dilakukan?

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah penataan sistem. Ia harus memilih orang-orang yang tepat baik di dunia birokrasi dan think tank memperkuat kinerja pemerintahannya sehingga bisa membuka harapan luas seperti saat kampanye. Dia jangan sampai kompromi dan mengambil kabinet abu doto (Zaini Abdullah) untuk kabinet dia. Kalau itu dilakukan hanya melanjutkan kegagalan

 

Sektor-sektor mana yang harus lebih diperhatikan? Kita tau Aceh masih jauh tertinggal secara nasional bila kita melihat dari angka kemiskinan. Kita juga dihadapkan dengan isu dana otsus yang hamper habis, soal –soal lingkungan hidup dan tambang misalnya, sector mana nih yang seharusnya di genjot?

Tentu isu mendasar kesejahteraan harus menjadi prioritas yaitu ekonomi produktif, pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan lingkungan yang lestari. Ternyata hal itu berkelindan satu sama lain. Ekonomi produktif tak akan mungkin tanpa lingkungan yang sehat. Kesehatan demikian pula, makin buruk jika lingkungan rusak dan tercemar. 

Lingkungan hidup Aceh semakin lama semakin memprihatinkan. Saya lihat ini sudah menggejala. Satu reportase pegiat lingkungan juga menunjukkan gunung Geureudong sudah hampir habis. Ini menunjukkan bahwa daya rusak manusia saat ini begitu mengagumkan, seperti predator dalam film-film fiksi. Tanpa penegakan hukum, bencana tinggal menemukan tumbalnya.

 

Apa yang mendorong pesatnya kerusakan di masyarakat, kita terus saja dikejutkan dengan berbagai penyimpangan, narkoba, kekerasan merajalela, malah dilakukan oleh orang-orang dekat dikeluarga, apa yang salah dengan kita?

Hukum tidak ditegakkan. Pemimpin sama sekali tidak pernah memberikan nasehat kepada masyrakat. Elite hidup dengan dunia dan fantasinya sendiri. Malah elite politik termasuk yang mabuk narkoba.

 

Pemimpin-pemimpin Aceh hasil Pemilu 2017 apakah akan mampu meminimalisir soal-soal ini? Atau Aceh akan makin parah? Apa usulan lain diluar prosedur-prosedur standar , yah katakanlah semacam obat mustazab bagi memulihkan Aceh?

 Kalau saya lihat tren elektabilitas mereka saat ini agak turun. Itu karena mereka kurang bergerak cepat, dan masih suka performance show kayak artis. Jadi kurangi aksi teatrikal, lebih banyak lakukan terobosan konkret. Lebih banyak berpikir dan bertindak untuk rakyat lah

 

Ok,  Terakhir nih bang Kemal, Kiban pendapat soal Gugatan UUPA yang sedang berlangsung.

Itu juga... Elite politik suka dengan model-model begitu, gura-gura politik dan kurang pada respons isu kesejahteraan. Biarkan sajalah. Semoga setelah putusan MK semua kembali bekerja.[]

 

Daftar Riwayat Pendidikan Teuku Kemal Fasya :

  • S1 Fakultas Syariah Jurusan Perbandingan Mazhab IAIN Sunan Kalijaga,
  • S2 Magister Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma
  • 2009 mengikuti Short Course Power State dan Democracy
  • 2010 sbg pembicara seminar Internasional Geopolitik Asia perpektif masyarakat terluka (Aceh, Papua, Timor Leste, Pattani, Mindanao, Liga Demokrasi Burma) 
  • 2012 sebagai international facilitator untuk aktivis Myanmar di Mae Sot, Thailand