Pemko Banda Aceh Targetkan 90 Gampong Ikut Program SIPBM

Sistem database berbasis website tersebut, berisikan layanan bagi masyarakat dan pemerintahan desa, update data kependudukan, layanan pemberitahuan jadwal bagi ibu hamil, ibu menyusui dan orang tua anak melalui pesan singkat dan lainnya

Pemko Banda Aceh Targetkan 90 Gampong Ikut Program SIPBM
Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman. (Twitter)

Pemko Banda Aceh Targetkan 90 Gampong Ikut Program SIPBM

Sistem database berbasis website tersebut, berisikan layanan bagi masyarakat dan pemerintahan desa, update data kependudukan, layanan pemberitahuan jadwal bagi ibu hamil, ibu menyusui dan orang tua anak melalui pesan singkat dan lainnya

Banda Aceh – Pemko Banda Aceh targetkan 90 gampong dapat menerapkan Sosialisasi Lanjutan Program Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM). 

Hal itu disampaikan Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, Jumat (29/12) di Aula Balai Kota Banda Aceh.

Sistem database berbasis website tersebut, berisikan layanan bagi masyarakat dan pemerintahan desa, update data kependudukan, layanan pemberitahuan jadwal bagi ibu hamil, ibu menyusui dan orang tua anak melalui pesan singkat dan lainnya.

Program lanjutan SIOBM ini diminta berfokus pada pengumpulan data-data dari semua sektor khususnya pada sektor kesehatan, pendidikan,administrasi kependudukan, dan administrasi gampong yang bersumber langsung dari gampong atau masyarakat.

“Semua sektor nantinya akan kita coba integrasikan ke SIPBM dan kita targetkan juga terintregasi dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK),” kata Walikota Banda Aceh.

Sistem SIOBM pertama kali dimulai pada akhir 2015. Sebuah program kerjasama antara Pemko Banda Aceh,  dengan Katahati Institute yangdidukung sepenuhnya oleh UNICEF. Awal pelaksanaannya, hanya untuk sembilan gampong. Saat itu, satu gampong mewakili satu kecamatan di Kota Banda Aceh, sebagai proyek percontohan.

“Dan pada akhir 2017 ini, Pemko Banda Aceh bekerjasama kembali dengan Katahati Institute dan juga didukung sepenuhnya oleh UNICEF akan melaksanakan lanjutan dari program SIPBM ini selama sembilan bulan ke depan, dengan tujuan memperluas wilayah pelaksanaan program,” terang Aminullah.

Untuk ke depan, diharapkan agar lanjutan program SIPBM dapat meliputi seluruh sektor dan seluruh gampong agar bisa dijadikan baseline bagiseluruh stakeholder dalam program pembangunan dan layanan bagi masyarakat.

“Oleh sebab itu, saya meminta kepada seluruh stakeholder di Kota Banda Aceh untuk mendukung lanjutan Program SIPBM di Kota Banda Aceh, sehingga nantinya akan menghasilkan data utama atau data primer untuk setiap perencanaan pembangunan di Kota Banda Aceh,” pungkas Walikota.

Kabag Humas Setdako Banda Aceh T Taufik Mauliansyah menambahkan, secara sederhana SIPBM dapat dipandang sebagai pangkalan data dan informasi pembangunan yang dikembangkan berdasarkan partisipasi masyarakat. 

“Misalnya saja, dari aspek pembangunan bidang pendidikan, SIPBM diharapkan dapat memberi gambaran tentang penduduk anak usia prasekolah (0-6 tahun) dan anak usia sekolah (7-18 tahun) yang memerlukan layanan pendidikan.”

Lewat SIPBM, lanjutnya, bisa mengetahui di mana mereka berada, dan apa yang mereka lakukan. Mengapa tidak memperoleh layanan pendidikan, jarak ke sekolah, alat transportasi yang digunakan, dan informasi lainnya.

Dari aspek pembangunan bidang kesehatan dan bidang-bidang pembangunan lainnya, SIPBM diharapkan dapat memberikan gambaran tentang kualitas hidup, seperti konsumsi garam beryodium, keberadaan, jarak dan penggunaan fasilitas kesehatan, hingga kepemilikan akte kelahiran dan kartu keluarga.

 “Data dan informasi merupakan dasar dari penetapan dan penyusunan program serta kebijakan pembangunan yang terarah. Semakin akurat dan aktual data dan informasi yang dimiliki, maka akan semakin besar pula kemungkinan untuk menciptakan pelayanan yang tepat, cepat dan terbaikbagi masyarakat,” katanya lagi.[]