Pendukung Azam Ajak Masyarakat Aceh Selatan Pilih Pemimpin Bukan Pilih "Raja"

"Saya mengajak masyarakat agar memilih sosok pemimpin yang tepat pada Pilkada nanti. Sebab Bupati adalah pelayan masyarakat bukanlah bersikap seperti seorang raja," kata Irfanusir.

Pendukung Azam Ajak Masyarakat Aceh Selatan Pilih Pemimpin Bukan Pilih
Tokoh Labuhanhaji Raya, Irfanusir S.Ag, M.Si mengingatkan masyarakat Aceh Selatan agar tidak salah pilih sosok pemimpin pada Pilkada 27 Juni 2018 mendatang.

Pendukung Azam Ajak Masyarakat Aceh Selatan Pilih Pemimpin Bukan Pilih "Raja"

"Saya mengajak masyarakat agar memilih sosok pemimpin yang tepat pada Pilkada nanti. Sebab Bupati adalah pelayan masyarakat bukanlah bersikap seperti seorang raja," kata Irfanusir.

Tapaktuan - Tokoh Labuhanhaji Raya, Irfanusir S.Ag, M.Si mengingatkan masyarakat Aceh Selatan agar tidak salah pilih sosok pemimpin pada Pilkada 27 Juni 2018 mendatang. Sebab jika salah pilih kembali maka akan menyesal selama lima tahun ke depan.

"Saya mengajak masyarakat agar memilih sosok pemimpin yang tepat pada Pilkada nanti. Sebab Bupati adalah pelayan masyarakat bukanlah bersikap seperti seorang raja," kata Irfanusir dalam orasinya pada acara deklarasi pasangan Azam di Lapangan Metro, Gampong Ujong Batu, Labuhanhaji, Kamis 11 Januari 2017.

Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Pusat ini menyatakan, seorang bupati tidak perlu harus disembah dan dicium tangannya bak seorang raja. Sebab menurutnya, seorang bupati yang mengemban amanah rakyat wajib melayani rakyat bukan justru sebaliknya rakyat yang harus melayaninya.

"Kita selaku orang Aceh yang mengadopsi budaya timur sangat menjunjung tinggi sikap kesopanan dan etika. Seharusnya seorang bupati tidak merasa jatuh harkat dan martabatnya ketika harus meminta maaf kepada rakyat, turun ke kampung-kampung menyapa dan mengunjungi rakyat termasuk duduk di warung-warung ngopi bersama rakyat," ungkapnya.

Pihaknya, sambung Irfanusir, melihat sikap yang penuh keakraban dan bersahaja tersebut terlihat jelas pada sosok pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan H Azwir - Tgk Amran. Karena itu, dia mengajak ribuan massa pendukung yang hadir pada acara deklarasi tersebut agar tidak salah pilih kembali menjadi Bupati Aceh Selatan.

"Jika rakyat Aceh Selatan tidak mau menyesal untuk kedua kali maka pilihlah sosok pemimpin yang tepat untuk memimpin Aceh Selatan lima tahun ke depan," ajak Irfanusir.

Tokoh masyarakat Aceh Selatan di Jakarta, Muhyan Yunan dan H Karnawi dalam orasinya mengatakan pihaknya yang saat ini sudah menetap di Jakarta sengaja meluangkan waktu pulang ke daerah khusus untuk memenangkan pasangan Azam menjadi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan 2018-2023.

"Melihat kondisi Aceh Selatan sekarang masih seperti yang dulu, memanggil kami untuk bergerak menyukseskan pasangan Azam. Dengan harapan terwujud perubahan pembangunan yang lebih maju dan meningkatnya kesejahteraan rakyat lima tahun ke depan," kata Muhyan Yunan.

Jika rakyat Aceh Selatan ingin melihat Aceh Selatan lebih maju dan berkembang lagi ke depan, sambung Muhyan Yunan, maka rakyat harus memanfaatkan kesempatan sekarang ini menjadikan pasangan Azam menjadi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan periode lima tahun ke depan.

Sebab, kata mantan Kadis BMCK Provinsi Aceh ini, untuk mempercepat dan mendukung realisasi program kerja di daerah, maka sosok Bupati dan Wakil Bupati yang tepat memimpin adalah yang mendapat dukungan politik dari Gubernur dan Presiden.

"Faktanya sekarang adalah pasangan Azam merupakan satu-satunya kandidat yang didukung penuh oleh pemerintah yang sedang berkuasa sekarang baik tingkat provinsi maupun pusat. Yakni diusung oleh PNA yang ketua umumnya Irwandi Yusuf dan diusung oleh PDIP yang merupakan partai pengusung utama Presiden Jokowi," papar Muhyan Yunan.

Sementara H Karnawi menyatakan, pihaknya khusus pulang dari Jakarta dengan tujuan utama untuk memastikan agar masyarakat Aceh Selatan dapat memilih sosok pemimpin yang tepat lima tahun ke depan.

"Kami himbau masyarakat Aceh Selatan agar tidak kembali tertipu untuk kedua kalinya. Kami dulu merupakan bagian dari pendukung Bupati Aceh Selatan sekarang, tapi kenapa kami tidak bersedia membantu lagi karena kami ingin adanya perubahan di kampung halaman kami. Kami tidak ingin memilih raja sebagai pemimpin," kata pengusaha sukses ini.

Sementara itu, Ketua Harian PNA Pusat, Samsul Bahri alias Tiong menyampaikan bahwa acara deklarasi pasangan Azam tersebut seharusnya langsung dihadiri Gubernur Irwandi Yusuf selaku Ketua Umum PNA. Namun karena secara tiba-tiba dipanggil mendadak oleh Mendagri ke Jakarta sehingga tidak bisa hadir menyapa langsung belasan ribu massa yang hadir memeriahkan acara tersebut.

"Padahal pergeseran jadwal acara deklarasi dari tanggal 8 ke 11 Januari merupakan permintaan langsung Gubernur Irwandi agar beliau bisa hadir. Karena itu, saya mewakili Gubernur, meminta maaf kepada seluruh pendukung Azam," ujar Tiong.

Tiong mengatakan, tekad ribuan massa pendukung Azam untuk memenangkan Pilkada 2018 di Aceh Selatan jangan mengendur hanya gara-gara perolehan kursi yang mengusung pasangan Azam sangat sedikit dibanding kandidat lain. Menurut Tiong, untuk apa membawa gerbong besar tapi gerbong kosong tidak ada isi.

"Kita biar sedikit yang penting berisi padat. Apalagi partai politik yang mengusung pasangan Azam mayoritas parpol sedang berkuasa baik di tingkat provinsi maupun pusat. Ingat disaat Gubernur Irwandi maju dulu, kita juga minim didukung parpol tapi berkat kekompakan dan tim yang solid akhirnya menang," papar Tiong.

Disamping itu, Tiong juga mengingatkan massa pendukung pasangan Azam agar tidak gentar dengan upaya-upaya intimidasi yang akan dilancarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Saya minta kepada pendukung Azam agar jangan main intimidasi rakyat dan juga jangan takut terhadap ancaman intimidasi. Tidak zamannya lagi main ancam-mengancam disaat kondisi keamanan di Aceh sudah kondusif sekarang ini. Rebutlah simpati rakyat secara santun dengan cara-cara yang baik dan beradab," tegasnya.[]