Peringati 26 Desember, Tiga Desa di Banda Aceh Lakukan Simulasi Evakuasi Tsunami

“Simulasi begini ini penting dilaksanakan setiap tanggal 26 Desember, agar warga desa termasuk anak-anak paham tentang evakuasi tsunami,” tutup Imran

Peringati 26 Desember, Tiga Desa di Banda Aceh Lakukan Simulasi Evakuasi Tsunami
Simulasi evakuasi gempabumi dan tsunami di Gampong Jawa, Banda Aceh.

Peringati 26 Desember, Tiga Desa di Banda Aceh Lakukan Simulasi Evakuasi Tsunami

“Simulasi begini ini penting dilaksanakan setiap tanggal 26 Desember, agar warga desa termasuk anak-anak paham tentang evakuasi tsunami,” tutup Imran

Banda Aceh  - Momen 26 Desember dimanfaatkan warga tiga desa, Gampong Jawa, Gampong Pande dan Gampong Deah Gelumpang, Banda Aceh melaksanakan Simulasi Evakuasi Gempabumi dan Tsunami secara mandiri, Selasa, 26 Desember 2017.

Simulasi yang dilaksanakan secara paralel dengan melibatkan kurang lebih 1.000 warga ini difasilitasi oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kota Banda Aceh dan FPRB Aceh dengan dukungan UNDP, BPBD Banda Aceh, BPBA, RAPI,  PMI dan berbagai lembaga/komunitas terkait.

Fahmi Ibrahim, Koordinator Simulasi itu, menyampaikan kegiatan diawali dengan sirine tanda gempa pada pukul 09.50 WIB, semua warga peserta simulasi telah berada di Titik Evakuasi dalam durasi 15 menit. Ia mengatakan kegiatan simulasi dalam rangka  Peringatan 13 Tahun Tsunami ini bertujuan untuk membangun ketangguhan masyarakat.

"Dengan menguji sejauh mana kesiapsiagaan dari masyarakat di tingkat desa untuk dapat memberikan respon yang efektif dan efisien jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Terlebih gampong yang menjadi pelaksana kegiatan merupakan gampong yang telah mendapat pendampingan sebagai Desa Tangguh Bencana" ujar Fahmi menjelaskan maksud dilaksanakan simulasi tersebut.

Peringatan 13 tahun tsunami ini juga diisi dengan serangkaian kegiatan lain seperti lomba mewarnai yang melibatkan 350 orang anak, pelatihan remaja tanggung bencana, diskusi kebencanaan, dan lomba ibu tangguh bencana yang diikuti oleh tiga desa tersebut. 

 

Imran MA salah seorang fasilitator untuk Gampong Jawa mengharapkan masyarakat di desa tersebut untuk dapat menjadikan momen 26 Desember setiap tahunnya melaksanakan simulasi gempabumi dan tsunami Aceh.

 

“Dalam memperkuat kesiapsiagaan dalam pengurangan risiko bencana menuju Aceh Tangguh Bencana, berharap seluruh desa khususnya yang ada dipesisir pantai atau daerah yang rentan terhadap bencana untuk dapat memasukkan program di masing-masing desa” sebut Imran seraya mengatakan hal ini didukung oleh Permendes Nomor 22 Tahun 2016 pasal 7 huruf g.

Menurut Imran MA, momen peringatan 13 Tahun Tsunami Aceh setiap 26 Desember ke depan  bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di  Aceh agar lebih  fokus pada upaya pencegahan, kegiatan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, dan menyeluruh baik melalui upaya simulasi bencana, banjir/tanah longsor, gempabumi dan tsunami di tingkat gampong.

“Simulasi begini ini penting dilaksanakan setiap tanggal 26 Desember, agar warga desa termasuk anak-anak paham tentang evakuasi tsunami,” tutup Imran

Kegiatan Simulasi Evakuasi Gempabumi dan Tsunami yang dilaksanakan oleh Forum PRB Banda Aceh itu ikut dihadiri oleh Perwakilan UNDP - Indonesia, Personil Polsek dan Koramil Kec. Kutaraja, Muspika, juga dihadiri oleh anggota DPR RI Dapil asal Aceh, Nasil Djamil. []