Peringati HPN 2018, Forum Wartawan Bener Meriah Minta Pemerintah Pusat Akui Radio Rimba Raya

Namun, pada malam tanggal 20 Desember 1948 Radio Rimba Raya, menembus angkasa memberitakan bahwa negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila masih ada. Sebut Swandris. 

Peringati HPN 2018, Forum Wartawan Bener Meriah Minta Pemerintah Pusat Akui Radio Rimba Raya
Wartawan Bener Meriah bersama puluhan Siswa Pencinta Alam SMA Negeri I Bireuen, laksanakan gotong royong guna membersihkan areal monumen tugu Radio Rimba Raya (RRR). Sabtu 10 Pebruari 2018. 

Peringati HPN 2018, Forum Wartawan Bener Meriah Minta Pemerintah Pusat Akui Radio Rimba Raya

Namun, pada malam tanggal 20 Desember 1948 Radio Rimba Raya, menembus angkasa memberitakan bahwa negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila masih ada. Sebut Swandris. 

Bener Meriah - Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2018, Forum Wartawan Bener Meriah bersama puluhan Siswa Pencinta Alam SMA Negeri I Bireuen, laksanakan gotong royong guna membersihkan areal monumen tugu Radio Rimba Raya (RRR). Sabtu 10 Pebruari 2018. 

Tugu Radio Rimba Raya, yang berada di Kampung Rimba Raya Kecamatan  Pintu Rime Gayo,  merupakan monumen sejarah dalam perjuangkan Indonesia merdeka, kata Swandris S Zetha wartawan senior Bener Meriah. 

Ia menjelaskan, pada 19 Desember 1948, Ibukota Negara Republik Indonesia di Yogyakarta,  dikuasai Belanda dalam ageresi militer ke II. Saat itu radio Republik Indonesia tidak lagi mengudara mengumandangkan kemerdekaan Republik Indonesia keseluruhan dunia. Sehingga dengan lantang radio Belanda Hiversum menyiarkan Indonesia sudah hancur, sebagian negara mempercayai berita itu. 

Namun, pada malam tanggal 20 Desember 1948 Radio Rimba Raya, menembus angkasa memberitakan bahwa negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila masih ada. Sebut Swandris. 

Ia berharap, fakta sejarah tersebut tidak boleh dilupakan. Untuk itu peringati HPN 2018 dilakukan gotong royong membersihkan Tugu Radio Rimba Raya. 

Sementara itu Masuri, wartawan harian Rakyat Aceh meminta, sebuah pengakuan dari pemerintah Pusat atas sejarah perjuangan RRR yang memperjuangkan Indonesia masih ada. 

"Kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran penting RRR, untuk itu agar fakta sejarah  tidak dilupakan harus ada pengakuan pemerintah pusat  tentang fakta sejarah itu," katanya

Sementara menurut pelatih Sispala muda SMA Negeri I Bireuen Akhyaruddin, Radio Rimba Raya adalah fakta sejarah yang tidak boleh dilupakan dalam memperjuangkan Indonesia merdeka. Katanya. 

Lanjutnya, untuk itu sebagai generasi muda, kita harus terus mengenang dan mempertahankan  tempat-tempat sejarah di Aceh atas kemerdekan bangsa ini, sebutnya. 

"Monumen Tugu Radio Rimba Raya, yang ada dikabupaten Bener Meriah harus dijaga dan dipelihara dengan baik. Agar perjuangan mempertahankan kemerdekan negara ini yang disiarkan RRR  selalu diinggat sebagai sejarah penting oleh generasi penerus ," ucapnya.[]