Perpusnas RI Sosialisasi Layanan Berbasis TIK di UIN Ar-Raniry

"Perpustkaan harus dapat mengambil manfaat sebesar-besarya dari perkembangan TIK yang telah mengubah dunia"

Perpusnas RI Sosialisasi Layanan Berbasis TIK di UIN Ar-Raniry
Warek III UIN Ar-Raniry, Dr. Saifullah, M.Ag menyerahkan plakat kepada Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas RI, Dra. Ofy Sofiana, M.Hum, disela-sela sosialisasi layanan berbasis TIK, Kamis (26/7/2018) di Auditorium Prof Ali Hasjmy Darussalam Banda Aceh.

Perpusnas RI Sosialisasi Layanan Berbasis TIK di UIN Ar-Raniry

"Perpustkaan harus dapat mengambil manfaat sebesar-besarya dari perkembangan TIK yang telah mengubah dunia"

Banda Aceh - Perpustakaan nasional Republik Indonesia melakukan Sosialisasi Layanan Perpustakaan Nasional Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, kegiatan tersebut terlaksana atas kerja sama antara Perpusnas RI dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry. Berlangsung di Auditorium Prof Ali Hasjmy Darussalam Banda Aceh, Kamis 26 Juli 2018.

Kegiatan yang ikuti oleh 300 peserta, terdiri dari kalangan mahasiswa, pustakawan Perguruan Tinggi dan Sekolah, kegiatan ini kata Ketua Panitia, Chaerul Umam merupakan yang ke dua dilakukan pada tahun 2018 ini, sebelumnya di Kalimantan Selatan, dan setelah Aceh akan dilakukan di Bali dan Sulawesi Selatan.

Materi yang disampaikan antara lain tentang Kebijakan Pengembangan Sistem Otomasi dan Layanan Perpustkaan Digital Nasional, oleh Kepala Pusat Jasa Perpustakaan Dan Informasi Perpusnas RI, Dra. Titiek Kismiyati, M.Hum, selanjutnya tentang Layanan Berbasis TIK (e-Resource,iPusnas Indonesia One Seacrh) disampaikan oleh tim dari Perpustkaan nasional.

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas RI, Dra. Ofy Sofiana, M.Hum mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut MoU antara Pepustakaan Nasional RI dengan UIN Ar-Raniry yang telah ditanda tangani pada tahun 2017 lalu.

Perpusnas RI adalah lembaga pemerintah non Kementerian yang bertugas dibidang perpustakaan, ini memberikan konsekwensi bahwa masyarakat yang dilayani perpustakaan nasional adalah seluruh masyarakat diseluruh nusantara.

“Perpustakaan jika tidak melakukan perubahan, maka akan semakin ditinggalkan, perpustkaan harus dapat mengambil manfaat sebesar-besarya dari perkembangan TIK yang telah mengubah dunia, perkembangan TIK telah mengubah sistem perpustakaan telah menyulap bahan perpustakaan menjadi elektronis, seluruh bentuk bahan perpustakaan seperti buku, majalah, jurnal, bahan suara, foto dan lain-lain semua dapat berubah menjadi elektronik. Ditambah dengan adanya teknologi internet, maka akan dapat mengakses bahan elektronis tersebut,” ujarnya.

Ofy menambahkan, perkembangan tersebut juga telah mengubah perilaku masyarakat dimana lebih menginginkan isi dunia dapat diraih dengan perangkat teknologi yang dapat digenggam dan teknologi yang dapat dijinjing, dua hal ini harus ditangkap oleh perpustakaan, koleksi perpustakaan sudah saatnya untuk mengarah ke elektronis. Tujuannya agar dapat dijangkau hingga ke daerah-daerah.

Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry, diwakil Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Saifullah, M.Ag dalam sambutannya mengatakan sosialisasi e-Resources ini sangat penting, karena ke depan perpustakaan dengan perkembangan teknologi informasi tidak dapat menghindari untuk bersentuhan dengan e-Resources.

“Hampir 90 persen informasi saat ini terdapat dalam bentuk digital, UPT Perpustakaan UIN ArRaniry beradaptasi menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, koleksi digital bukan hanya muudah diakses tapi juga memberikan variasi dan kemutakhiran isi dan juga murah,” ujarnya.

Saifullah mengaku, Perpustakaan UIN Ar-Raniry telah mengembangkan e-Resources sejak tahun 2016 salah satunya adalah Institusional Repository, yakni layanan penyimpanan naskah dokumen karya ilmiah dan sebagainya dalam format digital, dengan tujuan semua hasil karya civitas akademika UIN Ar-Raniry dapat diakses bersama secara meluas oleh publik untuk kepentingan peningkatan kualitas pendidikan.

Ke depan, kata Warek III, Perpustakaan UIN Ar-Raniry akan dikembangkan menjadi learning space, juga dapat mengembangkan kreatifitasnya melalui pemanfaatan ruang sinema mini perpustakaan, perpustakaan dapat diakses 24 jam. []