PKBM RUMAN Aceh Wakili Aceh ke Tingkat Nasional

PKBM RUMAN Aceh menerima hadiah uang tunai sebesar Rp 15 juta dan akan mewakili Aceh dalam ajang serupa pada tingkat nasional yang akan dihelat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 1-7 Juli 2018 di Pontianak, Kalimantan Barat. 

PKBM RUMAN Aceh Wakili Aceh ke Tingkat Nasional

PKBM RUMAN Aceh Wakili Aceh ke Tingkat Nasional

PKBM RUMAN Aceh menerima hadiah uang tunai sebesar Rp 15 juta dan akan mewakili Aceh dalam ajang serupa pada tingkat nasional yang akan dihelat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 1-7 Juli 2018 di Pontianak, Kalimantan Barat. 

Banda Aceh – Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh berhasil meraih juara pertama pengelola PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat) dalam ajang “Apresiasi PTK dan DIKMAS Berprestasi Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2018”.

Atas prestasi itu, PKBM RUMAN Aceh menerima hadiah uang tunai sebesar Rp 15 juta dan akan mewakili Aceh dalam ajang serupa pada tingkat nasional yang akan dihelat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 1-7 Juli 2018 di Pontianak, Kalimantan Barat. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala PKBM RUMAN Aceh, Ahmad Arif seusai pengumuman hasil lomba di aula Dinas Pendidikan Aceh, Banda Aceh pada Minggu (13/5/2018) malam. Kota Banda Aceh menjadi juara umum setelah meraih juara pertama pada 6 mata lomba.

Meski baru pertama kali mengikuti ajang bergengsi itu. Namun, pengelola PKBM RUMAN Aceh mampu meyakinkan dewan juri dan menjadi yang terdepan dari semua utusan Kabupaten/Kota Se Aceh dalam lomba tahunan yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Aceh tersebut.

“Kita sangat terkejut sekaligus bahagia atas anugerah ini. Karena baru kali pertama mengikuti mata lomba pengelola PKBM. Niat kita awalnya justru belajar dari para pengelola PKBM lain yang lebih berpengalaman”, ujar Arif tersenyum.

PKBM RUMAN Aceh mengutus Bendaranya, Rizky Sopya S.Pd., dalam lomba tersebut. Judul yang diangkat, “Strategi 3B (Bergerak, Berkarya dan Bermanfaat) Dalam Pengelolaan PKBM RUMAN Aceh Melalui Pengolahan Limbah Menjadi Handicraft Dalam Membangun Karakter Kemandirian Warga Belajar”.

“Dari limbah kain perca kita menghasilkan dompet untuk kosmetik. Sementara dari bekas kaleng susu kita memproduksi tempat jarum pentul. Dengan modal sangat murah, kita menghasilkan produk bernilai jual ekonomis tinggi”, ungkap Rizky sumringah.

Kreasi Handicraft

PKBM RUMAN Aceh, lanjut Rizky memulai kegiatannya sejak tahun 2014 akhir dengan kursus menjahit gratis buat remaja putri, mahasiswi dan ibu rumah tangga. Sebanyak 65 kaum hawa menjadi peserta dalam 5 gelombang.

Lalu dilanjutkan dengan handicraft berupa bros dengan beragam bentuknya, tas samping, tas bolak-balik, dompet kosmetik yang bahan bakunya dari limbah jahitan (kain perca). Adapun tempat jarum pentul, merupakan kreasi terbaru dari kaleng susu bekas.

“Kita pernah mengerjakan orderan 2000 buah bros untuk souvenir pernikahan. Saat ini, tim kita sedang mengerjakan pesanan 700 dompet kosmetik dan 1000 tempat pentul yang akan diambil pemesannya bulan Juli nanti”, pungkas Rizky.[]