Plh Bupati Bener Meriah Ajak Perempuan Tumbuhkan Industri Makanan

keterampilan industri perempuan agar terus lebih kreatif dan dapat beredar secara meluas.

Plh Bupati Bener Meriah Ajak Perempuan Tumbuhkan Industri Makanan

Plh Bupati Bener Meriah Ajak Perempuan Tumbuhkan Industri Makanan

keterampilan industri perempuan agar terus lebih kreatif dan dapat beredar secara meluas.

Bener Meriah - Sedikitnya 80 peserta ikuti pelatihan keterampilan industri perempuan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinis P3AKB) Kabupaten Bener Meriah. Kamis 9 Agustus 2018 di Sentra Pangan Rumah Pintar Bener Meriah.

Pelatihan tersebut, dibuka Pelaksana harian (Plh) Bupati Bener Meriah Drs. Ismarissiska, MM yang juga merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten setempat.

Dalam laporannya Ketua pelaksana kegiatan pelatihan, Vilawati, menyampaikan, pelatihan keterampilan industri perempuan ini, di ikuti sebanyak 80 peserta dari 10 kecamatan se- Kabupaten Bener Meriah.

Para peserta, menurut Kepala Bidang Perlindungan Perempuan ( Kabid PP) adalah merupakan Ibu-ibu pelaku industri rumahan yang aktif dan dipilih dari masing-masing kecamatan.

Lebih lanjut disampikan Vilawati, dengan  pelatihan ini diharapkan para industri rumahan yang ditekuni kaum perempuan dapat lebih meningkatkan agar menambah pendapat perekonomian mereka.

"Diharapkan dengan pelatihan ini, kedepannya keterampilan industri rumahan semakin meningkat, hal itu agar menambah incam rumah mereka masing-masing ," pinta Vilawati.

Kegiatan tersebut lanjut Kabid PP, kemungkinan akan dilaksanakan selama 2 hari, untuk itu dia berharap kepada peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius. Dia juga kepada pemerintah daerah agar kegiatan itu terus berlanjut ke depannya. 

Sementara Plh Bupati Bener Meriah Drs. Ismarissiska, MM dalam arahanya menyampaikan harapannya jika kegiatan tersebut bukan hanya sekedar pelatihan saja. "Setelah selesai pelatihan tidak dilaksanakan. Itu sama saja dengan kegiatan "cat langgit".

Ismarissiska meminta, setelah pelatihan ini para peserta bisa mengaktualisasikan yang dipelajari, agar hal ini menambah incam keluarga. 

Dia juga menyampaikan, keterampilan industri perempuan agar terus lebih kreatif dan dapat beredar secara meluas.

"Kalau dulu di Carefour Medan ada beredar keripik Gayo, dan kita mengharapkan ke depan industri lainnya juga dapat menyebar luas di pasaran," sebut Ismarissiska.

Dia menyampaikan, kalau di Sumatra terkenal dengan makanan olahan Bika Ambonnya yang setiap harinya memproduksi 6 ton, dan Yogyakarta terkenal dengan Bakpia yang tiap hari menghabiskan 4 ton, Bener Meriah juga harus bisa seperti itu dengan olahan makanan produk lokal kita.

"Untuk itu, kegiatan ini jangan dianggap sekedar pelatihan saja, namun hal ini harus menjadi permulaan positif dalam meningkatkan industri yang ditekuni ke depan," Pungkas Plh Bupati Bener Meriah itu. []