Polisi Tetapkan Kepala Dinas PU Aceh Tamiang Tersangka Pungli

Tersangka di jerat dengan tindak pindana korupsi,  Ia telah memamfaat jabatannya untuk menipu sejumlah korban. 

Polisi Tetapkan Kepala Dinas PU Aceh Tamiang Tersangka Pungli
Kombes Pol Erwin Zadma S.Ik Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Aceh, menunjukkan barang bukti hasil sitaan saat konferensi Pers dalam gelar kasus tersebut, di Mapolda Aceh, Rabu 15 November 2017.

Polisi Tetapkan Kepala Dinas PU Aceh Tamiang Tersangka Pungli

Tersangka di jerat dengan tindak pindana korupsi,  Ia telah memamfaat jabatannya untuk menipu sejumlah korban. 

Banda Aceh - Pihak kepolisian dari jajaran Polda Aceh berasil mengukap kasus pungutan liar di Dinas PU Kabupaten Aceh Tamiang beberapa minggu lalu.

Untuk sementara waktu ini, baru ditetapkan satu tersangka, yang tidak lain merupakan Kepala Dinas PU Aceh Tamiang, Inisial S. Penipuan dilakukan S saat menjabat Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Aceh Tamiang. 

Ia terbukti telah melakukan pungli terhadap 672 orang tenaga honore K2 yang lulus seleksi dari tahun 2013 hingga 2014 di Kabupaten Aceh Tamiang. Sejumlah korban tersebut diminta uang Rp 3.500.000 hingga Rp 20.000.000. Dengan dalih, bila tidak disetor uang maka nomor induk kepewagaiannya tidak keluar. 

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Aceh, Kombes Pol Erwin Zadma S.Ik saat konferensi pers di Mapolda Aceh, Rabu 15 November 2017 mengatakan, kasus ini sedang mereka kembangkan untuk mencari tersangka baru, karena S diduga tidak bermain sendiri. 

“Meskipun Kadis PU ini telah ditetapkan tersangka, namun kita belum menahan, karena kasus ini akan dikembangkan dan ada dua lagi yang akan menyusul sebagai tersangka. Yang pasti dalam waktu dekat ini kita akan tahan mereka. Saat ini tim kita di Aceh Tamiang sedang mencari data dan bukti lainnya,” sebutnya. 

Tersangka dijerat dengan tindak pindana korupsi, Ia telah memanfaatkan jabatannya untuk menipu sejumlah korban. 

“Pada saat itu Ia menjabat sebagai Kepala BKPP, tenaga honorer yang dinyatakan lewat oleh Bupati Aceh Tamiang dari tahun 2014 hingga 2016 Ia tipu, dengan meminta sejumlah uang untuk biaya pengurusan NIP,” sebutnya. 

Sebenarnya menurut, Dir Reskrimsus tenaga honorer tersebut tidak ada biaya apapun lagi setelah lulus.

“Dari hasil penipuan itu, Ia telah berasil mendapatkan uang sebesar 1,6 M. Uang tersebut Ia pergunakan untuk pribadi,” jelasnya.

Dikatakannya, mereka baru menangani kasus ini baru sekarang, karena pihak Polda baru mendapatkan laporan minggu lalu. Setelah itu langsung meningkatkan penyidikan dan menurunkan tim. Hasilnya mereka berhasil mengungkap dan mengamankan barang bukti berupa uang tunai  Rp 70 juta dan sejumlah dokumen serta satu unit hp yang digunakan tersangka untuk menipu korban. 

“Berdasarkan laporan masyarakat, kita langsung tingkatkan penyidikan dan berhasil mengungkap kasus ini. Sejauh ini tim masih di lokasi dan tersangka dalam waktu dekat akan kita amankan,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan uang sitaan dan barang bukti untuk ganti rugi perkara tersebut, diakuinya belum bisa diamankan, karena masih dalam penyelidikan. 

“Belum kita sita lainnya,” tutupnya.[]